Jelang Masa Transisi Dari Musim Kemarau Ke Musim Hujan Sekertaris DLH Berharap Masyarakat Lebih Sadar Akan Lingkungan.

44
Ket foto: Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup. H.Guriansyah saat ditemui Koran-fakta.com diruang kerjanya. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).- Awal November ini merupakan masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, hal inipun membuat petugas dari dinas Lingkungan hidup (DLH) serta Dinas PUPR kabupaten Garut mulai waspada terhadap penumpukan sampah yang dapat memicu terjadinya banjir ketika hujan.

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup H.Guriansyah saat ditemui Koran-fakta.com di ruang kerjanya mengatakan jelang datangnya musim penghujan saat ini masyarakat diharapkan dapat mewaspadai dan menjaga lingkungan sekitar dari ancaman banjir akibat sampah.

“Sesuai surat edaran pa Bupati, dan wakil bupati juga telah menginstruksikan kepada seluruh dinas atau instansi bahkan langsung kepada pegawai negeri sipil untuk menggerakkan masyarakat bersama-sama bergotong royong membersihkan dan melakukan normalisasi saluran dan aliran sungai”, Katanya. Jum’at (2/11/2018) Siang.

Saluran primer, atau saluran yang ada di jalan raya menjadi titik pantau paling awal dilakukan normalisasi.

Ket foto: Kepala UPT PUPT Kecamatan Garut Kota Saat memantau pelaksanaan Normalisasi ( foto oleh: J.Gunawan)

“Alhamdulillah normalisasi saluran yang ada di jalan raya itu sudah berjalan hampir dua minggu, hal itu tentunya atas inisiatif beliau (Bupati red) dan dinas LH ini sebagai leading sektor Bekerja bersama-sama dinas PUPR dipokuskan pada saluran drainase atau sungai-sungai yang berpotensi menimbulkan banjir”, ucapnya.

Lebih jauh disampaikan H.Guriansyah pihaknya meminta pengertian dan kerjasama semua elemen masyarakat, karena di musim penghujan sampah sering kali menjadi persoalan terjadinya banjir.

“Kita terus bekerja mengangkut sampah, akan tetapi masyarakatnya memiliki perilaku yang demikian (buruk-red) seperti membuang sampah ke sungai tentunya kerja kita tidak akan berhasil dengan maksimal”, jelasnya.

Jadi kami berhap pengertian dari masyarakat agar tidak membuang sampah ke salauran-saluran drainase atau aliran sungai yang mana nantinya akan mengakibatkan terjadinya banjir.

” Yang merasakan akibat banjir tentunya kembali lagi ke masyarakat, jadi antisipasi ini langkah awal yang harus di dukung semua elemen masyarakat”, pungkasnya.

Wartawan : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN