Jembatan Cijambe Bulan Ini Dibangun

189

​GARUT, (KF).- Sasak rawayan, atau jembatan gantung yang melintang di atas sungai Cimanuk di Kampung Cijambe, Desa Sindanglaya Kec, Karangpawitan akan segera dibangun. Sejak roboh akibat banjir bandang sungai Cimanuk September tahun lalu, hingga saat ini jembatan yang menghubungkan Kec. Karangpawitan-Kec.Banyuresmi itu belum juga dibangun kembali. Bahkan, jembatan darurat pun yang sempat dibangun warga kembali roboh diterjang luapan sungai Cimanuk pada 20 Desember 2016 lalu. 

Bupati Garut, Rudy Gunawan, berjanji, akan segera bangun jembatan tersebut  pada Februari ini. Adapun anggarannya diperoleh dari bantuan Kementrian luar negeri sebesar Rp 500 juta. “Jadi begini, rombongan dari Kementrian luar negeri datang ke Garut. Tujuanya beliau merasa empati pada korban banjir sungai Cimanuk. Mereka akan membantu sarana untuk kebutuhan masyarakat. Makanya saya minta untuk membangun Jembatan Cijambe saja,” kata Bupati, Rabu (01/02). 

Dan yang kedua, kata dia, Pemkab Garut diberikan akses untuk berhubungan dengan luar negeri karena Garut diberikan kawasan industri baru. “Kami pun sekarang diberikan akses untuk mulai berhubungan dengan luar negeri, karena Garut diberikan kawasan industri. Kami bebas mencari investor dari luar,” ucapnya. 
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Luar Negeri RI, Mayerfas menjelaskan, bantuan tersebut terkumpul dari para kedutaan, pengusaha dan sponsor. Tak hanya untuk Garut saja, tetapi bantuan itu diberikan pula kepada yang lainnya tetapi nilainya kecil kecil. “Sebetulnya anggaran itu sudah ada sekitar Rp 500 Juta an. Dana itu terkumpul dari kedutaan, duta besarnya sendiri, sponsor, pengusaha. Ini semua untuk korban bencana tapi tidak yang ke aceh. Dana ini ke garut saja. Kalau bantuan yang keci-kecil ke anak yatim piatu, orang cacat, dan lainnya,” kata Mayerfas usai mengadakan pertemuan dengan Bupati Garut di Pendopo, Rabu (1/2/2017). 

Mayerfas menyebut, pembangunan jembatan Cijambe merupakan usulan dari Bupati Garut sendiri. “Sebenarnya begini, Ibu Menlu minta pada kami mencari fasilitas umum yang rusak untuk diperbaiki atau dibangun, apakah sekolah, rumah, atau fasilitas umum yang diperlukan masyarakat Garut terutama korban bencana. Tadi Pak Bupati usul minta dibangun Jembatan, ya sudah itu saja” katanya. 

Sebagaimana diketahui akibat jembatan Cijambe terputus, warga Kampung Cijambe, dan sekitarnya terisolir. Aktivitas sehari-hari mereka terhambat seperti kegiatan berdagang, sekolah, ke kantor dan aktifitas lainnya. Menurut Ketua RW setempat, Dudi Awan, sejak kejadian tersebut terpaksa warga hanya bisa memanfaatkan alat transportasi berupa sebuah rakit terbuat dari bambu dengan daya angkut sekitar sepuluh orang. Dan hal itu pun bisa berjalan lancar jika kondisi air sungai sedang surut dengan arus tenang. 
Akan tetapi kalau air sungai sedang pasang, warga tidak bisa menyeberang karena airnya deras. Anak-anak tidak bisa sekolah, Pedagang juga tak bisa ke pasar berbelanja barang, bahkan aktivitas warga pun terhenti. Kalau rakit dipaksakan beroperasi pun sangat berbahaya. Bisa terseret arus. Jembatan rawayan atau jembatan gantung di Kampung Cijambe itu sendiri pertama kali dibangun pada era pemerintahan Bupati Garut, Aceng HM Fikri pada 2011 dengan biaya bersumberkan bantuan pemerintah Swedia. Panjang jembatan mencapai sekitar 54 meter dengan lebar sekitar 1,6 meter. (Jay).

BAGIKAN