Kadis PUPR Garut; Perbaikan Jalan Rusak, Faktor Cuaca Sangat Berpengaruh

239

GARUT, (KF).- Beberapa titik ruas jalan di Kabupaten Garut, Jawa barat, rusak akibat banjir pada musim hujan dalam sebulan terakhir. Jalan berlubang dan rusak membahayakan pengandara, terutama saat cuaca gelap pagi dan malam hari karena lubang-lubang di jalan itu tidak terlihat.

Kepala Dinas PUPR Kab. Garut, H UU Saefudin mengatakan sebetulnya bukannya pembiaran, tetapi kita menunggu cuaca, pasalnya cuaca sangat berpengaruh pada perbaikan jalan,

” Menyangkut Jalan bahwa memang jalan saat berpengaruh besar oleh kondisi ataupun situasi datangnya musim hujan yang tidak ada hentinya, soalnya jadi tiap hari itu hujan terus semua ini, sehingga menimbulkan beberapa ruas jalan rusak dan mayoritas tiap ruas itu ada saja yang bolong,” kata Uu saat ditemui di Gedung Pendopo Garut, Senin (08/04/2019)

Setelah diamati memang pasti terjadi pada ruas-ruas ataupun sekitar jalan tidak ada saluran drainase, sudah otomatis tidak ada saluran drainase disitulah terjadi kerusakan.

” Ada drainase tapi tidak muat air ataupun tidak lancar sehingga berdampak terhadap jalan,” ungkapnya.

Ia mengakui, Sebetulnya kami sudah mengatisifasi, kata UU, ada beberapa tindakan yang pertama Apakah memang perlu untuk istilahnya penanganan darurat kita timbun dulu dengan sirtu, atau menggunakan aspal penetrasi tetapi itu pun tidak kuat,

” contoh saja yang didepan rumah sakit, itu sudah tiga kali kami tambal, sudah kami lapis dengan menggunakan emulsi (aspal yang dicampur air), diharapkan bahwa itu akan kuat, ternyata tidak kuat juga jadi bahkan lebih berantakan,” ujarnya

Lebih jauh menyampaikan, Salah satunya mungkin dengan cara di beton atau hotmix, tapi kendalanya beton itu memerlukan tadi tidak ada hujan, dan kontruksi ataupun lapisan itu di atas. Hotmix pun sama memerlukan panas matahari agar aspalnya itu berkembang

” Sebenarnya kalau kita tangani, tidak mencapai dua Minggu juga beres, tetapi kita menunggu faktor cuaca. kalau saja dalam satu minggu tidak hujan, pasti bisa diatasi semuannya. Seandainya dipaskan pun bisa tapi tidak efektif, istilahnya mubajir. Jika kita tutup pun satu persatu paling tiga hari akan rusak lagi,” jelasnya

Masih kata Uu, justru resikonya itu jika menunggu terlalu lama lobang itu pun akan semakin melebar, Maka kami ada dua pilihan itu apakah nanti akan mempergunakan hotmik atau beton.

” kami sedang uji itu, untuk percobaan itu di jalan bypass dulu, Kalau beton resikonya sfotnya harus panjang tidak parsial seperti hotmix,” paparnya

Sebetulnya memang kami ingin penganannya itu idealnya dengan drainase, tetapi untuk saat ini kami terfokus dalam penangan penambalan jalan dulu. karena perbaikan drainase itu spotnya harus sepanjang jalan, tapi kalau lobang sekitaran itu saja

“Di kami memang ada siasat mengsiasati manakala pada saat musim hujan drainase tidak jalan akan kita bongkar pakai alat dan itu akan kami lakukan,” tuturnya

Hasil pendataan sementara jalan yang mengalami kerusakan dalam kota, yaitu jalan bypass, jalan Wanaraja, jalan samarang, jalan Leuwigoong, jalan Banyuresmi, dan jalan pembangunan yang dominannya itu depan rumah sakit terutama jalan yang tidak pakai beton

” Total untuk rehabilitasi itu penanganan rutin itu tahun ini sekitar Rp. 15 Milliar untuk 312 KM, Alhamdulillah dari tahun ke tahun anggaranya terus ada peningkatan, soalnya tahun kemarin saja cuman dianggarkan Rp 12 Millar. Anggaran itu termasuk drainase, pembabatan rumput, dan penambalan jalan itu juga tergantung kondisi kerusakan nya,” pungkasnya (J Gunawan)

Editor ; Yusuf Akbar

BAGIKAN