Kadisdik Garut : Kami Belum Menerima Surat Edaran

210

KF, – Sepekan terakhir ini beredar surat dari Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Republik Indonesia, terkait pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Surat edaran tersebut diterima sejumlah kepala sekolah, dan awak media, baik selebaran foto copi maupun melalui media sosial. Akan tetapi, saat dimintai tanggapan tentang kesiapan pelaksanaan UNBK di Kab. Garut, Kepala Disdik, Mahmud mengaku belum menerima surat edaran tersebut.

Bahkan, dia menyebut kalau pelaksanaan ujian itu masih jauh, yakni tanggal 2 Mei 2017 yang akan datang. “Jadi begini, ujiannya juga masih lama nanti pada 2 Mei. Surat resminya juga belum saya terima. Rapat di Jakartanya juga baru akan dibahas. Jadi kita tunggu saja bagaimana keputusan akhirnya,” kata Mahmud, Rabu (25/1/2017).

Perlu diketahui, dalam surat edaran bernomor 1/2017 Kemendikbud RI tersebut terdapat poin-poin sebagai berikut
1). Mewajibkan dan menetapkan setiap sekolah (kecuali SLB) yang sudah memiliki komputer dengan kapasitas lebih dari 20 (dua puluh) unit komputer dan satu unit server untuk melaksanakan UNBK,
2). Sebagai langkah optimalisasi, seluruh komputer yang ada, mohon bantuan saudara menginstrusikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Seluruh Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota untuk menetapkan Sekolah yang belum dapat melaksanakan UNBK di sekolahnya sendiri, agar siswanya mengikuti UN di tempat pelaksanaan UNBK yang berada dalam radius maksimal 5 (lima) kilometer. Kemdikbud telah menyiapkan aplikasi pada laman,
3). Untuk memungkinkan pemanfaatan bersama komputer yang dimiliki sekolah, madrasah maupun pendidikan kesetaraan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan jadwal pelaksanaan UN yang berbeda untuk setiap jenjang,
4). Pemerintah Daerah (sesuai dengan kewenangannya) diharapkan dapat membantu pemenuhan atau pengadaan kelengkapan komputer bagi sekolah-sekolah yang belum mememiliki komputer, terutama sekolah yang berlokasi jauh dari sekolah pelaksana UNBK (dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan listrik). (J Wan)***

BAGIKAN