Kadispora: Mari kita Bersama-sama Objektivitas, Tidak ada Emosional  dan Hilangkan Rasa dari Kebecian

153

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat dijumpai Digedung DPRD usai menghadiri Audensi
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat dijumpai Digedung DPRD usai menghadiri Audensi
GARUT, (KF).-Aksi unjuk rasa ke DPRD Kabupaten Garut oleh masyarakat olah raga Kabupaten Garut, yang diketuai oleh Agus Indra, terkait dengan tuntutan permintaan lelang jabatan eselon II pada  Dinas Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Garut, yang dirasakan belum mampu mengelola kelembagaan Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA). Belum bisa diselesaikan secara musyawarah hal tersebut. Entah apa alasannya masa Agus Indra meninggalkan gedung DPRD saat hendak melakukan audensi yang diterima langsung oleh Anggota Dewan Asep De Manan dari komisi D, Pada Kamis(26/1) Sore.

Sebelumnya “salah seorang” Beberapa kali menghujat Kinerja Kadispora dan juga mengritisi sarana olahraga Ciateul yang dinilai seperti kandang ayam atau Gudang.

Menanggapi hal pembangun GOR tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olah Raga (Kadispora) Drs.H Koeswendi,menjelaskan, ” kami mempunyai regulasi serta aturan-aturan  yang tentunya kami tempuh secara prosedural, apalagi dalam hal proyek pembangunan gedung olah raga (GOR).

Gedung olah raga itu adalah hasil dari lelang yang sudah tentu di awali dengan lelang pengawas karena hal  itu adalah prosedur yang pertama, hal yang tidak mungkin mengerjakan sesuatu yang tanpa pengawas. Lalu yang ke dua di lakukan lelang perencanaan yang dalam pelaksanaannya tentu banyak pengikut lelang tersebut.

Di dalam penentuan sebagai pemenang tentu yang terbaik, kebetulan menjadi pemenang lelang adalah konsultan yang kemarin di tunjuk sebagai konsultan nasional, pernah membangun venyoe penyoe pon, adanya hal itu kami pun bangga dan setuju setuju saja. Katanya.

Setelah itu muncul lah gambar dari DNE kemudian RAB yang selanjutnya setelah itu pun di kordinasikan dulu dengan insan olah raga KONI dan mereka pun setuju. yang sudah barang tentu tidak mungkin akan ada hal yang di rubah, kalau pun ada yang di rubah pasti akan ada temuan, kemudian berjalan lah,

Ditambahkan Kuswendi saat pekerjaan di tengah tengah,”tolonglah ketika gor itu belum selesai jangan dulu di tilai apalagi cepat tanggap terhadap info yang tidak jelas”, cetusnya

“jadi sebelum menanggapi buktikan dulu dan di lihat ke lapangan bagai mana sebenarnya,memang dari segi estetika itu kurang baik,tetapi itu gambar sudah jadi,nah setelah itu coba masuk kedalam yang tentu akan terasa nyaman dengan situasinya yang sekarang sudah terpasang di antaranya,bangku,insulin yang hal itu sangat luar biasa untuk di tingkat kabupaten”. Ucapnya Usai menghadiri Audensi pada Kamis(26/1) Sore.

Maka dengan hal itu,”harapnya,kami mahon,mari kita ber sama sama objektivitas,tidak ada emosional  dan hilangkan rasa dari kebecian karena kita tahu bahwa sejarah untuk mendirikan ini sangat luar biasa dengan empat bupati itu tidak menjelma,ketika dispora berdiri kebetulan pak bupati janjinya memasukan kedalam RPJMD bahwa olah raga harus di bangun yang tentu kami sebagai leading sektor menangkap program itu yang pada awalnya kami pun berharap hanya tinggal terima kunci dari si pemborong”. Ujar Kuswendi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak masyarakat olah raga pada Audensi, Kamis(26/1) Sore itu.(dra R)

BAGIKAN