Kampung Ramah Anak Jadi Rencana Unggulan Dalam Musrenbang DPPKBP3A

125

KOTA TASIKMALAYA, (KF).- Wakil Walikota Tasikmalaya Drs.H.Muhamad Yusuf menghadiri secara langsung Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sektoral Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tasikmalaya, Rabu (20/2/2019) pagi di Gedung Galih Pawestri Tasikmalaya.

Wawali Tasikmalaya dalam sambutannya mengatakan Musrenbang ini suatu akumulasi dari Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan dan harus disertakan kembali melalui Musrenbang secara sektoral. Sehingga program program yang di usulan untuk program tahun 2020 akan muncul dan dimusrenbang sektoral ini.

“Jadi jika ada muncul angka atau muncul program tanpa Musrenbang ini akan jadi pertanyaan. Jadi saya harap seluruh peserta Musrenbang ini harus betul betul diikuti hingga akhir, karena hasil Musrenbang Sektoral ini harus sudah ada hasil proyeksi dan program yang akan diusulkan dalam APBD nanti ” ucap Wawali.

Sementara Kepala DPPKBP3A Kota Tasikmalaya, Dra.Hj.Nunung Kartini,M.Pd mengatakan pelaksanaan Musrenbang ini merupakan lanjutan kegiatan rangkaian dari kota kecamatan dan hari ini diselenggarakan secara sektoral di Dinas DPPKBP3A.

Sasaran kegiatan ini berharap menurunnya angka kelahiran, kesetaraan gender dan perlindungan anak yang menjadi perhatian serius. “Adanya kekerasan terhadap anak dan kekerasan rumah tangga atau KDRT serta beberapa kasus asusila lainnya di tahun 2018 ini bisa kita hadapi dan diselesaikan berkat kerjasama yang baik dengan mitra kita,” ucap Nunung.

Bahkan saat ini dalam upaya membina perlindungan anak, telah dibentuk sebuah Kampung yang dinamakan “Kampung Ramah Anak”.

“Ditempat inilah nantinya kreatifitas anak anak akan tumbuh dengan sendirinya, termasuk ada beberapa kegiatan olahraga. insya Alloh kini hampir 95 persen kampung ramah anak ini telah siap diresmikan,” ujar Nunung.

Sesuai dengan laporan ketua Panitia dr.Suherman menyampaikan bahwa Musrenbang Sektoral ini merupakan forum musyawarah untuk menyerap aspirasi masyarakat yang akan dibawa kedalam rencana program pembangunan. Dan tujuan kegiatan ini untuk.menyelaraskan program dan menajamkan indikator dan menetapkan prioritas usulan kecamatan.

“Jumlah peserta kegiatan yang diundang sekitar 150 orang yang terdiri dari kader kader KB dan Perlindungan Anak, forum anak, perwakilan dari dinas serta masyarakat dan PKK, Dharma Wanita ” jelas Suherman.

Jurnalis : Tono Efendi

Editor : J wan

BAGIKAN