Kanker Serviks Penyebab Kematian Tertinggi Perempuan

236

​GARUT, (KF).-Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim, merupakan salah satu penyakit kanker yang paling berbahaya dan banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiganya. 

Bahkan, Indonesia rangking ke satu se Asia Fasipic dalam masalah jumlah penderita Kangker Serviks yang menakutkan itu. Kanker ini juga yang menjadi penyebab tertinggi kematian pada wanita. Demikian disampaikan pakar kesehatan Boyke Dian Nugraha alias dr.Boyke saat memberikan pencerahan dihadapan ratusan bidan se Kab. Garut di aula SMKN I Garut, Sabtu (11/2/2017). 
Dalam acara itu, suami dari dr. Hj. Ferry Lasemawati, menyebut selama ini dalam setiap 15 menit sekali ditemukan wanita yang terserang penyakit Kanker Serviks, bahkan dalam setiap 30 menit pasen tersebut meninggal dunia. 

Dalam acara yang berlangsung sekitar 3 jam, Boyke yang merupakan dokter spesialis kandungan tersebut, berbicara secara terbuka, blak-blakan dengan gayanya yang penuh humor. Pria lulusan Teknologi Industri ITB dan Fakultas Kedokteran UI itu, menjelaskan secara detail dan polos mengenai bahayanya Kangker Serviks, seks bebas, dan lainnya. 
Boyke menuturkan, salah satu penyebab dari kanker serviks ini adalah. seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, atau dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini. 

“Penyebab kanker serviks akibat hubungan seks sekitar 80 persen, tapi 20 persenya akibat air kotor toilet, pakaian celana dalam. Melakukan hubungan intim pada usia kurang dari 16 tahun dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks dan Penggunaan wc. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik, seperti merokok, kurangnya asupan vitamin c dan e,” paparnya. 
Untuk menghindari Kangker Serviks tersebut, Boyke menganjurkan kepada wanita untuk mengganti celana dalam tiga kali dalam sehari. Dia juga menyarankan, kalau sudah kencing apalagi sudah berhubungan intim harus dibersihkan secara benar. 

“Awas kalau cebok jangan asal-asalan. Ganti celana dalam minimal tiga kali sehari. Celana dalam juga gak usah yang mahal-mahal, sekarang banyak yang murah, tak usah yang transparan, pakai jaring-jaring segala. Memangnya mau jaring lele,” kata Boyke disambut gelak tawa peserta yang hadir. 

Sementara itu, ketua penyelenggara, Hj. Chusnul Khotimah, menjelaskan sengaja mengundang dr. Boyke untuk menjelaskan tentang bahayanya penyakit Kangker Serviks dan penyakit kandungan lainnya ke para bidan dan sekaligus menjelaskan bagaimana mencegah kangker serviks atau. Selanjutnya, kata Chusnul, diharapkan para bidan dapat menjelaskan ke masyarakat. 
“Rencana ini sudah hampir satu tahun, baru terlaksana sekarang. Semua yang hadir disini adalah para bidan se Kabupaten Garut. Alhamdulillah dari pelosok juga banyak yang hadir, banyak ilmu yang didapat dari pencerahan dr. Boyke ini, semoga ilmunya bisa diserap lalu dijelaskan pada masyarakat,” kata istri kepala SMKN I Garut, Dadang Johar itu. 
Chusnul menyebut, di Garut juga ada tiga bidan yang terserang kangker serviks, satu di antaranya meninggal dunia. 

“Bidan saja terserang kangker serviks apalagi masyarakat lainya. Oleh karena itu, jaga kesehatan. Hindari sek bebas, khusus wanita jaga lubang itu dengan benar, jangan sampai dipakai rame-rame. Saya bangga yang hadir cukup banyak, padahal digelar oleh pengurus ikatan bida,” kata Boyke yang kembali disambut riuh peserta. (Jay).

BAGIKAN