Kantor Walikota dan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya di Geledah KPK

404
Ket foto : KPK saat berada di Halaman Balai kota Tasikmalaya.

KOTA TASIKMALAYA, (KF). – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman dan menggeladah Kantor Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Rabu (24/4/2029) pagi tadi.

Dari informasi yang di himpun koran-fakta.com penggeladahan tim KPK tersebut terkait dana anggaran tahun 2017/2018 di tiga dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas PUPR dan RSUD Dr.Sikardjo Kota Tasikmalaya.

Kedatangan Belasan orang berseragam rompi cokelat dengan pengawalan ketat anggota Brimob, sempat membuat terkejut para ASN dilingkungan Pemkot Tasikmalaya. Bahkan para awak media hanya bisa menyaksikan dari lantai satu saat KPK menggeladah ruangan kantor Walikota di lantai dua.

Usai menggeladah Kantor Walikota, Tim penyidik KPK terlihat membawa beberapa tas besar hitam membawa sejumlah dokumen dokumen termasuk usai melakukan penggeledahan selanjutnya di kantor Dinas PUPR Kota Tasikmalaya sekitar pukul 10.30 WIB pagi tadi.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan siapa siapa saja pejabat Kota Tasikmalaya yang diamankan penyidik KPK.

Sementara Ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Kota Tasikmalaya, Feri Ferdiana mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut.

“Saya sebagai Ketua LPRI kota Tasik sangat Prihatain atas apa yg menimpa Dinas PUPR dan Walikota Tasikmalaya. Jelas turunnya penyidik KPK ini, sesuatu hal yang sangat memalukan untuk masyarakat kota tasik yg dikenal agamis, ternyata pejabatnya terlibat tindakan korupsi,” ungkap Feri.

Menurut Feri, dirinya jauh jauh hari sebetulnya telah mengkritisi dan memberi warning kepada pihak pihak pejabat Kota Tasikmalaya terkait hal tersebut. “Pada jauh hari hari sebelumnya saya telah mengkritik keras kepada para pejabat Kota supaya bekerja sesuai aturan, tapi mereka menggap saya hanya nyinyir,” katanya.

Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi cambuk untuk pejabat pejabat lainnya khususnya di kota Tasikmalaya, umumnya di seluruh wilayah Jawa Barat, pungkasnya. (Tono Efendi)

Editor : Indra Ramdani