Karena Banyak Keterbatasan Yana Dan Keluarganya Tidur Diemperan Toko.

119
Yana beserta keluarganya saat hendak beristirahat diemperan toko. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).- Potret kemiskinan di tengah gencarnya pembangunan Kabupaten garut masih terlihat nyata dan bahkan seolah luput dari perhatian pemerintah.

Yana Mulyana,(30) yang mengaku warga kampung Cigugur, Kecamatan Cikajang kabupaten Garut ini terpaksa harus tidur di emperan toko diwilayah Garut kota setiap malam sehabis mengais rezeki sebagai pemulung.

“Ya mau bagaimana lagi pa, jangankan untuk ngontrak rumah untuk biyaya hidup sehari-hari saja saya harus berkeliling mencari barang rongsok, atau minta-minta,” ucap ia saat dijumpai Koran-fakta.com Jum’at (2/6) Malam.

Ditanya khawatir kalau kondisi angin malam yang cukup dingin bisa mengakibatkan dampak buruk bagi anak-anak nya dan keluarganya, Yana pun mengaku sudah terbiasa bahkan sejak berumur dua Minggu anaknya sudah tidur disampingnya.

“Khawatir jelas ada, namun mau bagaimana lagi, karna sudah terbiasa begini. Bahkan sejak usia dua Minggu anak saya sudah tidur diemperan toko bersama saya dan kakaknya,” jelas Yana.

Yana mengaku ingin sekali merubah kehidupannya namun nasib selalu berkata lain, karna keterbatasan hidup diakui Yana dirinya memiliki cacat pada bagian tangan kirinya.

” Dulu saya kerja bangunan di Jakarta, saat kerja bangunan itu saya terkena musibah, tangan kiri saya tertimpa rantai besi sehingga mengakibatkan patah tulang, ya jadi begini,” keluhnya.

Keinginan kuat Yana itu seolah tidak pernah menyerah untuk mewujudkan mimpinya yakni memberikan penghidupan yang layak bagi keluarganya.

” Ya kalau punya modal, saya juga ingin jualan, tapi dari mana modalnya, sementara istri saya saja saat ini terus-terusan sakit, terpaksa sayapun hanya bisa pasrah. Mudahan-mudahan ada hamba Allah yang mau membantu kehidupan keluarga saya,” harap ia. (Indra R)

 

BAGIKAN