Kasus Sandra dan Farhan, Bukti Lemahnya Pengawasan Pimpinan

125

Oleh: Tono

Kota Tasikmalaya,(KF).- Kasus dugaan penganiayaan yang yang dilakukan oknum ASN Pemkot Tasikmalaya, Sandra Santika terhadap atasannya dikantor Farhan Gani, akhirnya Rabu (21/2/2018) siang berakhir damai, didepan majelis Hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya Kelas IA.

Tidak sedikit publik di kota santri ini menyambut baik atas perdamaian kedua belah pihak yang berseteru itu. Di jejaring media sosial Facebook, ucapan selamat dan pujian kepada kedua ASN yang dinilai gentleman di komentari beberapa warga Net.

Salah satu kuasa hukum Farhan Gani dari LH & HAM Muhamadiyah Kota Tasikmalaya beranggapan, walaupun kliennya kini sudah damai dipersidangan, tetap proses hukum berjalan, sambil menunggu putusan akhir pengadilan.

“Kasus ini harus jadi pembelajaran untuk khususnya bagi pimpinan yang ada di Kota Tasikmalaya, ini suatu bukti bagaimana lemahnya pengawasan ditataran birokrat, dan Pemkot harus berkaca dari kasus ini untuk tidak terulang kembali dikemudian hari,” ungkap Asep Heri kepada koran-fakta.com usai sidang di PN Tasikmalaya, Rabu (21/2/2018) sore.

Bahkan kuasa hukum lainnya Dani Safari Effendi SH, mewanti wanti bahwa kasus ASN Kota Tasikmalaya yang sempat mendekam di Lapas tentunya pukulan keras dan pembelajaran berarti bagi level pimpinan yang ada di Kota Tasikmalaya.

“Ini sebuah pembelajaran, dan fakta realistisnya demikian, sehingga kasus ini harus dapat menjadi referensi bagi seluruh para ASN Kota Tasik untuk menjaga sikap dan emosinya, jangan sampai ada masalah lagi dengan urusan seperti ini seorang ASN mendekam di penjara, mau disimpan dimana Marwah dan harga diri pemkot dimata publik,” kata Dani.

Dani pun berharap,  para pimpinan dari mulai Walikota hingga para Kadis untuk lebih meningkatkan pengawasan extra ketat kepada bawahannya. Jangan sampai nanti muncul, misalkan wakil walikota memukul Walikota, atau sekda memukul wakil walikota, sindir Dani mengumpamakan.

ASN menurut Dani, harus memiliki kesadaran, bisa menjalin keharmonisan antara bawahan dan pimpinan, begitupun sebaliknya.  jangan sampai ada kesan saling tuding, seharusnya atasan bisa merangkul, melindungi dan mengayomi, bukan malah sebaliknya. Tidak ada prajurit yang salah, tapi Komandannya yang Harus  Bertanggung jawab, pungkasnya.

Editor: Van’s