KB Pria Kalah Populer Dengan KB Wanita Dengan Alasan Sulitnya Alat Kontrasepsi.

45
Ket foto : Kepala Bidang Pengendalian penduduk, Pada Dinas DPPKBPPPA, Drs.Bubu Burhanuddin saat ditemui koran-fakta.com  (foto oleh : Indra Ramdani)

GARUT, (KF).- KB Pria kalah popular dengan KB wanita yang di dukung dengan bervariasinya alokon. KB Pria diharapkan sebagai perwujudan dari kesetaraan gender, bahwa wanita tidak melulu menjadi obyek dari KB. Evaluasi kebijakan publik diperlukan, mengingat apabila KB ditinggalkan seperti setelah era orde baru maka akan terjadi ledakan penduduk yang berdampak pada masalah sosial lainnya.

Sulitnya Peran Serta pria sebagai salah satu objek untuk kegiatan program KB yang seringkali digemborkan oleh pemerintah dan kesehatan tidak dipungkiri, hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian penduduk, Pada Dinas DPPKBPPPA, Drs.Bubu Burhanuddin saat ditemui koran-fakta.com usai pelaksanaan penilaian program kampung KB. di Kampung Taringgul, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. Selasa (12/02/2019) Siang.

Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sebagai bentuk sosialisasi program keluarga berencana (KB), ” saat ini istilah KIE merupakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), yang mana dibagi beberapa kategori metode yakni KIE Individu, Kelompok, massa dan ada KIE komunikasi interpersonal, lanjutnya dengan KIE tersebut diharapkan ada perubahan perilaku baik pengetahuan dan keterampilan bahkan dapat lebih memahami,” Katanya.

Permasalah KB Pria kalah popular dengan KB wanita dikatakan Bubun pihaknya mengaku kesulitan. Pasalnya selain sulitnya keinginan pria yang ingin melakukan KB tersebut, alat yang kontrasepsi pun lanjutnnya sangat terbatas.

“Bagi bapak-bapak ada tiga metode yang pertama kondom, Suntik hormon, Vasektomi. Untuk melakukan vasektomi, dokter bedah akan melubangi buah zakar hal itu untuk menarik saluran vas (saluran penyalur sperma), memotongnya, dan kemudian mengikat kedua ujungnya sebelum menutup kembali buah zakar pria dengan jahitan. Proses ini menyebabkan sperma tidak bisa bercampur lagi dengan air mani,” katanya

Namun pada umumnya laki-laki pada tak mau melakukan hal itu, karena mereka beranggapan hal tersebut merupakan urusan perempuan.

” sangat sulit, selain keterbatasan alat kontrasepsi, kedua dinegara ini masih bersifat Patriarki jadi laki-laki beranggapan permasalahan KB itu urusan perempuan, makanya paling 2% se-kabupaten Garut dari 270 ribu yang ikut program KB Pria,” ungkapnya. (Indra Ramdani)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN