Keberanian adalah kunci owner saung suung menjalankan bisnisnya

61

GARUT, (KF).- MODAL Untuk menjadi seorang pengusaha itu tak selalu tentang uang.  Owner dari Saung Suung  dengan tagline Rajana Suung yang bernama Hendro Sugiarto  yang kini juga menggarap usaha di bidang properti ini telah membuktikannya.

Pintar-pintarlah memanfaatkan peluang. Perlu ada tambahan dari petuah bijak yang menyatakan bahwa dimana ada keinginan di sana ada jalan. Kalimat selanjutnya adalah dimana ada peluang disana ada uang.

Bermula dari kegemarannya dalam berbisnis, ia menjadikan entrepreneur sebagai pilihan utama bukan alternatif. Usut punya usut, ia telah melakoni dunia bisnis, sejak masa putih abu dengan menjual-belikan tugas gambar kontruksi bangunan yang menurut teman sekelasnya njelimetmengalahkan rumitnya trigonometri. Benar sekali, basic pendidikannya adalah kombinasi kontruksi bangunan dan ekonomi.

Kegiatan trial – error dalam berbisnis ini ia teruskan saat menjadi mahasiswa ekonomi. Berjualan jilbab, jaket kulit sampai singkong pernah ia lakoni. Awalnya ia merasa salah jurusan dengan memasuki perkuliahan yang berkutat dengan perekonomian. Namun ternyata itu adalah salah satu pintu baginya menemukan jati diri dan menerpa diri sebagai pengusaha. Bahkan sebagai pengabdian Hendro Sugiarto kini menjadi seorang dosen pada almamaternya.

Ia memulai langkah serius untuk terjun di dunia bisnis pada tahun 2009, dengan modal seadanya hanya lima juta. Ia beranikan diri untuk berbisnis di bidang budi daya jamur tiram dan resign dari pekerjaanya. Bekalnya sebagai mantan seorang aktivis KAMMI memudahkan ia untuk melebarkan sayap bisnisnya. Hasil budidaya jamur ini bukan hanya ia pasarkan untuk memenuhi permintaan pasar tradisional tetapi juga instansi–instansi tertentu yang tertarik untuk berbudidaya jamur.

Baginya dengan menjadi seorang pengusaha, bukan hanya mengaktualisasikan diri. Tetapi bisa menjadi wasilah pemberdayaan ekonomi karena bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Proses tidak pernah mengkhianti hasil. Pepatah bijak itu benar adanya. Jatuh bangun yang ia alami dalam merintis usahanya mulai membuahkan hasil. Dalam tahun pertama ia memulai bisnis, Hendro berhail menyabet UMKM Award Pemuda Garut. Berikutnya ia berhasil meraih penghargaan dari Joy Green Tea Youth Business Competition 2011, Pemuda Award provinsi Jawa Barat Tahun 2014  sampai wirausaha muda berprestasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2014.

Kini omset dalam budidaya jamur saja bisa tembus pada trading jamur 200-500 ribu per hari dan baglog jamur 10.000.000–20.000.000 juta per bulan. Belum ditambah dengan keuntungan bisnis dari properti yang ia geluti. Kini Hendro Sugiarto yang berusia 32 tahun dan bapak dari dua anak ini akan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum HIPMI Daerah Garut pariode 2017 – 2020. (Indra R)

BAGIKAN