Kecamatan Garut Kota, Gelar Sosialisasi Rasta

118
Exif_JPEG_420

Garut, (KF)- Kamis (18/05/2017) siang, Kecamatan Garut Kota gelar sosialisasi beras keluarga sejahtera (Resta) dan BPNT , yang dihadiri kepala Dinas sosial Kab Garut, perwaklian sub satker bulog Ciamis, satker bulog Garut, para kepala lurah serta tamu undangan tingkat RW, dan LPM. Di aula Kecamatan Garut Kota jalan Pramuka.

Camat Garut Kota Bambang Hafid mengatakan, sosialisasi ini tujuannya untuk supaya pengelolaan nya maupun pelaksanan lebih baik, di tingkat kelurahan, perwakilan RW dalam keterkaitan program rasta.
“sekarang istilahnya Rasta, beras untuk keluarga sejahtera bukan Raskin, dan dari segi prosudur pendistribusian masih tetap, untuk kuota Garut Kota sedikit turun ” tandasnya.

Sambung bambang, diharapkan dengan pendistribusian yang baik kwalitas maupun kwantitas rasta itu lebih baik,” Kami telah mengintruksikan pada pa lurah, kalau memang dari segi kuwantitas, timbangan kurang dan kwalitas, beras jelek tidak layak makan dari batas teloransi, untuk ditolak, walau pun telah sampai tempat,”ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Sosial ( Dinsos) Kab.Garut Hj Elka menyampaikan Selain sosialisasi Rasta juga membahas yang rencana dari Pemerintah pusat akan meluncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia.

“Yang telah melaksanakn baru di Kota saja, sekitar 44 kota se Indonesia dan untuk wilayah priangan baru Kota Tasik dan Kota Banjar. Untuk Garut sendiri belum, rencananya nanti tahun depan dan itu juga belum pasti, ujarnya

Lebih jauh dia menjelaskan, BPNT merupakan skema baru subsidi beras dari Pemerintah. Jika sebelumnya beras disalurkan langsung ke seluruh warga miskin, kini warga miskin yang sudah didata masuk ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan kartu elektronik untuk membelanjakan beras dengan harga yang murah.

” Tidak hanya beras, kartu juga dapat digunakan untuk membeli beras 10 kilogram dan 1 kilogram gula pasir serta bahan pokok pangan lainnya.
Namun, pemegang KPM hanya dapat membeli bahan pangan di tempat khusus bernama elektronik warung gotong royong (e-warong) dalam bentuk barang bukan uang,” pungkasnya.( J Wan)

BAGIKAN