Kekeringan Kini Melanda Wilayah Dikabupaten Garut

67
Ket foto: salah satu lahan pertanian sawah di Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Garut

GARUT, (KF).- Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan sejumlah wilayah di kabupaten Garut, Jawabarat mengalami kekeringan.

Salah satunya terdapat di Kampung Babakan Panjang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Garut. Di kampung ini, warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Warga hanya memanfaatkan sumur umum yang kondisi airnya sekarang menyusut.

“Sangat susah, biasanya sumur itu airnya banyak dan bersih, kalau sekarang justru sedikit. Selain sedikit, airnya keruh,” ungkap salah seorang warga Kampung Babakan Panjang, Enok (62) di rumahnya, Senin (12/9/2017) siang.

Enok mengatakan air tersebut hanya bisa digunakan untuk keperluan mencuci saja. “Kalau dipakai buat mandi jadi gatel-gatel kulitnya,” ujar Enok.

Enok yang dalam kesehariannya sebagai petani itu juga mengeluh karena lahan sawahnya tidak bisa ditanami padi.

Pantauan wartawan di kawasan persawahan di kampung ini, puluhan hektare sawah dalam kondisi kering. Bahman kondisi tanah di beberapa petak sawah dalam keadaan retak.

“Kalo kering ya gak bisa. Jangankan ditanami padi, dicangkul aja gak bisa karena tanahnya keras,” Ujarnya.

Kini Enok berharap agar pemerintah mencari solusi untuk kekeringan yang terjadi di kampungnya. “Kalau ini sumur airnya abis mandinya mau di mana. Minum aja man harus beli air galon, biasanya bisa masak aja air sumur,” pungkasnya. (Tim)***

BAGIKAN