Kembali, Tumpukan Bahan material dan Brangkal di Jl.Cilembang Dikeluhkan Warga dan Pengguna Jalan

50

Koran-Fakta.com, (KF). – Kegiatan Penataan Kawasan Kumuh sektor Insfratruktur untuk proyek penataan drainase lingkungan di Jl. Cilembang Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, kini dikeluhkan masyarakat khususnya pengguna jalan tersebut.

Proyek penataan drainase dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) yang dikerjakan oleh CV SELOVENA dengan anggaran APBD Kota Tasikmalaya Rp. 87.950.000,- itu, berdasarkan pantauan koran-fakta.com (10/9/2019) pagi hingga sore tadi, tampak sekali pengguna di jalan khususnya kendaraan roda empat dan dua, merasa terganggu dengan tumpukan bahan material dan berangkal yang di tumpuk hingga ke bahu jalan.

Sudah bisa ditebak, arus kendaraan yang melalu jalur padat di pagi hingga sore hari itu, terjadi antrean macet yang tidak bisa dihindari akibat tumpukan pasir dan bahan material dibiarkan menumpuk hingga ke jalan raya.

Salah satu pengendara mobil, Asep Hendi (36) mengaku sudah beberapa hari ini jika lewat ka jalan ini selalu terjebak macet.

“Gimana tidak macet tumpukan bahan material dan brangkal dibiarkan menumpuk hingga ketengah jalan, seharusnya ini tumpukan pasir dan batu kecil dipindahkan kepinggir jangan sampai menghambat pengguna jalan, ” keluh Asep yang mengaku warga Argasari.

Hal senada diutarakan Alvin Saeful (28) warga Paseh. Pemuda ini mengaku kesal dan jengkel dalam beberapa hari ini jika melalui jalur tersebut.

“Saya kalau mau berangkat dan pulang kerja selalu lewat sini. Sudah jalannya kecil, jalur padat sering dilalui Mobil dan motor, ini malah seenaknya menyimpan bahan material dan brangkal hampir setengah jalan. Harusnya kalau sore apalagi sudah tidak ada pekerjaan lagi, tumpukan ini dipindahkan ke pinggir bukan dibiarkan ditengah jalan, caliwera pisan ieu padamelan, ” ujar Alvin yang ketika itu mengendarai sepeda motor kepada wartawan. (tono efendi).

Editor: J Wan

BAGIKAN