Kemenpora RI Melalui Bidang PP-PON Gelar Diklat Pemberdayaan Pemuda.

56
Ket Foto : Saat pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Pemuda. (Foto oleh : Heri)

GARUT, (KF).- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui bidang Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Pemuda tahun 2018. Dengan Tema” Memperkuat Kepeloporan Pemuda dalam Menangkal Masalah Kekerasan dan Radikalisasi ” yang dilaksanakan di Hotel Sumber Alam, Kabupaten Garut. Jum’at (5/10/2018).

Kegiatan yang digelar selama dua hari Kamis dan Jumat 4-5 Oktober 2018 tersebut dilaksanakan di Sumber Alam, jl. Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler. Ratusan peserta ikut andil dalam pelaksanaan tersebut sebagai peserta.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab.Garut Drs. Kuswendi., M.Si, Kabid Kepemudaan Dispora Garut Kusman Maulud, S.Pd.,M.Si, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar, Gustiana Isya Marjani, Presidium KAHM/Sekretaris ICMI Kab.Garut, Dr.Asep Sahid Dosen UIN SGD Bandung, Soviayan Munawar,S.T., Dosen/Aktivis, Samsul Qomar Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila AKBP. Sri Astuti Ningsih S.Sos.

Kepala pusat pemberdayaan pemuda dan olahraga Nasional (PP-PON) Kemenpora RI, Hj Suryati, S.Sos., M.Si mengatakan sesuai dengan tema kita saat ini tengah memperkuat kepeloporan pemuda dalam menangkal kekerasan dan radikalisme.

“Jadi kami berharap peran serta pemuda khususnya di wilayah garut ini untuk peduli perang untuk melawan terhadap radikalisme, dan merekapun tentunya dapat membantu menjadi pelopor untuk melawan radikalisme dan narkoba yang saat ini sedang marak,” Katanya.

Lanjut disampaikan, pihaknya juga berharap dengan Diklat pemberdayaan pemuda ini diharapkan dapat membangun integritas, etos kerja dan kemandirian pemuda melalui pengembangan kewirausahaan.

Sementara ditempat yang sama. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kabupaten Garut, Drs Kuswendi juga menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi dengan kegiatan Diklat pemberdayaan pemuda ini.

“Karena kami berada di Dinas Pemuda dan Olahraga, Tentunya saya sangat terbantu dengan adanya Diklat pemberdayaan pemuda. Hal inipun tentu bukan hanya konsep-konsep atau teori akan tetapi sayapun ingin kegiatan seperti ini terus di dorong”, ujarnya

Lebih jauh lagi Dikatakan Kuswendi, karena bagaimanapun pada dasarnya kekerasan dan radikalisme tumbuh dari nilai kesejahteraan, ” ketika suatu daerah atau negara itu miskin saya yakin kekerasan dan radikalisme akan cepat tumbuh di mana-mana. Akan tetapi jika negara atau katakanlah di Kabupaten Garut itu sejahtera maka kekerasan itu akan turun,” jelasnya

Sambung ia, pihaknya selaku dinas pemuda dan olahraga tentunya berupaya terus mendorong. “Kamipun terus berupaya, seperti membangun lapang-lapang di desa yang cocok, seperti halnya lapang voly, bahkan sampai hari ini terus dibangun sampai 230 lapang,” ungkapnya.

Laporan : Heri

Editor : Indra R

BAGIKAN