Kepala SMKN 1 Garut, Akui Senpi Jenis Baretta Miliknya Dilengkapi Surat Ijin Resmi

295
Ket Foto : Kepala SMKN 1 Garut H.Dadang Djohar saat ditemui sejumlah Media Terkait Kepemilikan senja Api. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.Com (KF).- Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Garut, H. Dadang Johar angkat bicara terkait kepemilikan Senjata Api (Senpi) jenis Beretta yang disimpan disaku celananya saat berkomunikasi terkait penggunaan bangunan eks-Toserba Patriot yang berada di Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut Jawabarat.

Diakui Dadang Djohar, Kepemilikan senpi yang dimilikinya itu resmi dilengkapi surat-surat. Karna bagaimanapun sebelum memiliki senpi tersebut diakuinya H.Dadang, pihaknya telah melakukan konsultasi dengan pihak yang berhak mengeluarkan (Senpi-red) tersebut dan diperbolehkan asal sesuai dengan prosedur yang benar.

“ Alhamdulillah ijin kepemilikan senpi tersebut kita miliki, baik itu kartu pemegang senjatanya ada, surat hibah juga ada. Jadi kami resmi memiliki surat ijin kepemilikan dari Polda Jawabarat,” ujar Kepala SMKN 1 Garut, saat di temui sejumlah awak media. Selasa (9/6/2020) Siang.

Lanjut disampaikan, Kepala SMKN 1 Garut tersebut, tujuan dirinya menyimpan senjata api di saku celana yang dikenakan pada saat itu tidak digunakan untuk ugal-ugalan atau gaya-gayaan, karena kitapun malu kalau untuk dipergunakan seperti itu. Hanya saja untuk pembelaan diri apabila ada hal-hal yang sipatnya emergency.

“ Tatkala kemarin ada persoalan perselisihan kepemilikan gedung, dan  jelas gedung itu milik negara. Dan kami mungkin selaku pengguna berat juga untuk mempertahankan. Karena sejarahnya juga yang mengajukan pada kala itu pihak kami,” jelas H.Dadang

Lebih jauh disampaikan H.Dadang pihaknya mengaku perselisihan yang terjadi sebenarnya bukan pihak kami dengan Kadin.

“Kami tidak ada persoalan dengan pihak Kadin, karena pihak Kadin  juga ingin memakai dan pihak kamipun sama. Yang mempunyai kebijakan itu silahkan antara pemerintah Provinsi Jawabarat dengan pemerintah daerah kabupaten Garut,” kata ia

Sambungnya, apabila saat ini ada SK gedung itu dipergunakan untuk A,B atau C tentunya kami persilahkan, karna bagaimanapun kami selaku aparatur negara mengikuti aturan-aturan, atau surat keputusan yang diberikan oleh pimpinan kami. (Indra R)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN