Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Bersama TNI-POLRI Lakukan Pelestarian Alam Di Kaki Gunung Guntur

169
Ket Foto : Saat pelaksanaan kegiatan penanaman pohon.

Koran-Fakta.Com (KF).- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bersama Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Garut, serta TNI-POLRI dan Sejumlah SKPD serta para pecinta alam melakukan kegiatan Pelestarian Alam di Kaki Gunung Guntur.

Kegiatan pelestarian alam tersebut, dikemas dengan cara melakukan penanaman Ratusan Pohon jenis Nangka, Sirsak, Durian dan pohon-pohon pegunungan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengatakan, sebagai salah satu sumber mata air, Gunung Guntur harus terus dijaga dan dilestarikan oleh semua elemen, tak hanya pemerintah namun juga masyarakat.ataupun Wisatawan yang Berkunjung

Diakuinya, berbagai bencana alam yang terjadi di Garut, salah satunya diakibatkan karena rusaknya ekosistem Gunung Gungung di Garut salahsatuya gunung Guntur. Selain itu, perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di sungai dan got, menjadi penyebab banjir pada musim hujan.

“saya mengajak kepada semua masyarakat untuk selalu menjaga dan memelihara lingkungan, agar bencana alam bisa diminimalisir. Selain itu Gunung di Garut Selalu di lestarikan Terutama PaGuCi (Papandayan, Guntur, Cikurai) karena seringkali d gunakan Sebagai tempat wisata andalan di Garut,” katanaya

Dalam memperingati hari lingkungan sedunia, KAMMI Garut bersama Camat Tarogong Kaler menginisiasi penanaman pohon kayu dan buah-buahan di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur. Agenda ini diawali dengan seremonial pembukaan dan simbolisasi penanaman oleh BKSDA kasi wilayah V Jawa Barat (Dodi Arisadi), Danramil Kab. Garut (, Wakapolres Kab. Garut (Abdul Khalik), Himalaya, dan unsur Masyarakat serta anggota dewan kemakmuran masjid. Desa Rancabango, Paswahan, Panajung.

Selain untuk memperingati hari lingkungan sedunia, agenda ini dilaksanakan dalam rangka menambah daya tarik wisatawan, menambah daya tahan lahan terhadap erosi serta menambah daya simpan air hujan.

Agenda berlangsung mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Dalam sambutannya, Camat tarogong kaler, Saepulrohman, berpesan kepada wisatawan Gunung Guntur / Citiis untuk selalu menjaga kelestarian daerah wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan. Memang, dalam track menuju puncak, tak jarang ditemukan sampah yang sulit diurai.

Selain Camat, Kasi BKSDA, Dodi merencanakan pengusulan Garut sebagai taman nasional. Secara geografis, disamping memiliki hutan yang indah dan produktif, Garut jauh lebih dekat dengan ibukota dibanding gunung bromo. Sehingga, Garut berpotensi memiliki pendapatan besar dalam sektor pariwisata.

Kepala Departemen Sosial Masyarakat KAMMI Garut, Dede Sukandi, mengatakan, Momentum penanaman pada Hari Jum’at sangatlah tepat karena hari Jumat adalah rajanya hari dan amalannpun pasti di lipatgandakan. Mengingat durasi acara hanya sebentar terpotong shalat Jum’at dan rencanaya stelah jumatan di lanjutkan.

“Rencana Garut menjadi taman nasional dengan wisata alamnya sangatlah utopis jika kita melihat biaya tiket, jasa preman dan biaya lainnya yang melambung tinggi.” Tuturnya.

Lanjut Dede. Terlebih  jika wisata gunung paguci (papandayan, guntur, cikuray) yang direncanakan menjadi icon wisata. Memang, jika ditelusuri dengan seksama, harga tiket masuk Gunung Papandayan sangatlah tidak sepadan dengan rata-rata pelayan pada tempat wisata.

Waktu peringatan ini tepat dengan agenda kunjungan mentri sosial RI ke Kecamatan Bayongbong, limbangan dan daerah lain. Riana Abdul Azis menilai,  agenda penanaman ini lebih realistis hasilnya dibanding kunjungan seremonial menteri sosial. Karena Masih bayakya bantuan sosial yg tidak tepat sasaran serta rekrutmen pendamping Yang amuradul tidak trasparan. Serta bayak kpentingan yang di jadikan tidak optimalnya tenaga pendamping di Garut timpang tindih dan masih bayak yg rangap jabatan pendamping. (*)

Editor : Van’s

BAGIKAN