Ketua Baznas: Kurangnya Sosialisasi Kedaerah Terpencil, Kesadaran Akan Bayar Zakat Masih Minim.

37
Ket foto: Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd Aas Kosasih saat ditemui sejumlah Awak media.

GARUT, ( KF).-Kurangnya kesadaran masyarakat Kabupaten Garut dalam partisipasi menyisihkan sebagian hartanya untuk membayar zakat, baik berupa zakat mal membuat potensi zakat yang ada di Kabupaten Garut tidak terkumpul maksimal. Bahkan, dalam penyalurannya juga tidak bisa merata kepada masyarakat. Ini disebabkan kurangnya mengetahui dengan keberadanya Baznas dan kurangnya sosialisasi kedaerah terpencil. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut Rd Aas Kosasih, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/05)

Ia menuturkan, semua ini dikarenakan masih minimnya melakukan sosialisasi zakat ke tengah-tengah masyarakat. Padahal semua itu telah diatur diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqoh, dan Instruksi Bupati Garut Nomor 451/Kesra tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat penghasilan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Garut melalui Baznas Kabupaten Garut,

“banyak hal penyebab dari semua itu salah satunya dengan terbatasnya kendaraan operasional untuk menembus daerah yang jauh dari ibu kota kabupaten. Selain itu, juga tidak sinkronnya waktu pengurus dan masyarakat,” ucapnya

Masih kata Aas, Sasaran kami bukan hanya zakat para ASN saja. Disana masih ada zakat lain nya seperti zakat pertanian, perdagangan, perkebunan dan lain-lain, ” kalau dihitung potensinya Zakat Mal di Kabupaten Garut ini bisa mencapai di atas Rp.300 Miliar pertahunnya,”ujarnya

Ia mengakui, Ketika saya sosialisasi ke tingkat Kecamatan dan Desa masih banyak yang belum paham keberadaan BAZNAS, berarti sampai saat ini sosialisasi dianggap masih kurang. Maka dari itu mulai Syawal saya akan melakukan Training Of Trainer (TOT) agar pihak Kecamatan melakukan trainer-trainer ke desa-desa. Artinya Upzis akan kami berdayakan,” ucap Aas.

Aas menambahkan, karena masih kurangnya sosialisasi yang dipastikan berdampak pada pundi-pundi Baznas. Maka pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan aparat kecamatan dan desa sebagai penyambung lidah bahwa di dalam harta itu ada hak orang lain yang wajib dikeluarkan melalui zakat. Semakin banyak yang menyalurkan zakat infaq dan sadaqoh melalui Baznas, imbuh Aas, makin banyak pula saudara kita yang akan terbantu, pungkasnya.

Oleh : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN