Ketua KNPI, Ajak Seluruh Organisasi Untuk Ikut Gerakan Garut Bebenah

105

KF.- Pekan Lalu, pandangan masyarakat di tanah Air  telah tertuju kepada musibah  bencana Banjir Bandang sungai Cimanuk yang meluluh lantahkan kawasan pemukiman di sepanjang bantaran kali sungai Cimanuk di Kabupaten Garut ,  air mata yang mengalir dari wajah-wajah saudara kita yang tertunduk sedih meratapi apa yang sebenarnya telah mereka alami.
Ribuan  pasang mata di seantero negeri ini pun turut merasakan duka dan sedih yang mendalam, membayangkan segala kepedihan yang dihadapi oleh ribuan orang di daerah yang tengah dilanda bencana banjir bandang sungai Cimanuk .
simpati dan empati pun berdatangan puluhan bahkan mungkin Ratusan Posko penagulangan bencana banjir muncul dimana mana sebagai wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan datang dari berbagai elemen masyarakat dari berbagai daerah.
Musibah banjir bandang di Kab. Garut. merupakan pelajaran berharga bagi masyarakat kab Garut, Pasca banjir kita harus  belajar dari musibah ini, bertempat di komplek perumahan di daerah Karacak Garut, Senin(3/10/2016).

Beberapa Organisasi berkumpul menghimpun kekuatan untuk menggerakan “ Garut Bebenah”  Nampak terlihat beberapa pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Himpunan Pengusaha Nahdlyin (HPN), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) , organisasi Kepemudaan (OKP) Organisasi Kemahasiswaan organisasi komunitas.
TB Ayi Sasmita Kordinator Gerakan Garut Bebenah Mengatakan paska banjir banyak yang harus di benahi di Kab.Garut, kita mengajak seluruh lapisan masyarakat, organisasi organisasi baik organisasi propesi, ormas, organisasi kepemudaan, organisasi komunitas untuk ikut gerakan Garut Bebenah ujar TB Ayi Sasmita yang juga ketua DPD KNPI Kab Garut 

Ayi Sasmita mengatakan  kita Sebagai generasi muda yang mempunyai semangat yang besar, kreatif dan inovatif, hendaknya kita dapat melakukan banyak hal untuk bangsa ini, khususnya dalam penanggulangan bencana dan paska bencana. Dimulai dari langkah yang kecil, yaitu kesadaran dari setiap orang untuk membuang sampah pada tempatnya dan mau memelihara tumbuh-tumbuhan yang dapat menyerap banyak air.

Sehingga ketika hujan turun, maka air hujan yang ada dapat diserap dan disimpan oleh tumbuh-tumbuhan yang pastinya didukung dengan membuangan sampah pada tempatnya. “Apabila dua hal tersebut dilakukan secara beriringan, maka untuk terjadi banjir kemungkinan sangat kecil, malah justru akan tercipta suasana yang sejuk dan tidak terjadi kekeringan karena persediaan air selalu ada.” Ujar Ayi

Sementara Dodi Gustari Ketua Himpunan Pengusaha Nahdlyin (HPN) mengatakan  Dengan mengingat bencana yang kerap terjadi akhir-akhir ini, kita sebagai warga negara yang baik, maka kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga kelangsungan hidup dan kelestarian alam. Karena dari alam inilah kita bisa hidup, tanpa adanya alam mungkin kita tidak dapat hidup sampai detik ini. Maka, “sudah sepantasnya kita dapat melakukan hal kecil yang dapat membesarkan dan memperpanjang usia bumi pertiwi ini. Selain peduli terhadap lingkungan, hendaknya kita juga peduli terhadap sesama
Dan sudah sepantasnya kita mau membantu saudara-saudara kita yang menjadi korbana bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini, baik dalam bentuk material maupun dalam bentuk dukungan spiritual.”Katanya

Lanjut Dodi Sebenarnya, banjir dapat dicegah apabila seseorang mau peduli dengan kelestarian lingkungan sekitarnya yaitu dengan tetap menjaga kelestarian hutan atau melaksanakan penanaman kembali bibit-bibit pohon yang ditebangi sesuai dengan struktur tanah yang ada. Sehingga, “meskipun pohon-pohon tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan terus menerus, kemungkinan untuk terjadi banjir dan tanah longsor sangat kecil dan jarang terjadi”. Ungkap  Dodi Gustari

HPN mendukung penuh Gerakan Garut Bebenah untuk  “Garut Bebenah ” untuk Garut yang genah,mernah tur tumaninah amin.Pungkasnya (Indra R)

BAGIKAN