Ketua Komisi D : Labu Darah di PMI Garut, Banyak yang Kadaluarsa

129
Ket foto: Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Asep D Maman

Wartawan : Beni

GARUT, (KF).- Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, mempertanyakan kepada pihak RSU dr. Slamet Garut, perihal adanya teguran yang dilayangkan oleh pihak Palang Merah Indonesia( PMI) Pusat terhadap RSU dr. Slamet perihal adanya kerjasama antara RSU dr. Slamet dengan PMI Kabupaten Bandung.

“Selama ini, di RSU dr. Slamet Garut sudah ada yang namanya Bank Darah, kenapa harus ada kerjasama dengan PMI Kabupaten Bandung ini sudah jelas menyalahi aturan” Ucap Ketua Komisi D Asep De Maman, saat ditemui Wartawan, Kamis (19/10/17) siang.

Lanjut dikatakan Asep , sesuai dengan aturan Kementrian Kesehatan No 91 tahun 2015 dan peraturan UTD PMI jelas menyebutkan bahwa permintaan darah dilakukan dari BDRS kepada UTD setempat yang sudah memiliki ikatan kerjasama teknis dengan BDRS sesuai wilayahnya untuk menjaga ketersedian darah yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

“Intinya apabila UTD di wilayahnya yakni di Kabupaten Garut masih mampu, kenapa harus ada kerjasama dengan mempersiapkan labu darah, maka BDRS diwilayahnya dilarang berkerjasama dengan wilayah UTD lain

Lebih jauh dikatakan, Politis Partai Persatuan Pembangunan( PPP) tersebut. Untuk yang menyurvei labu darah ke RSU dr. Slamet Garut, untuk tahun ini bukan dari PMI Kabupaten Garut, melainkan dari PMI Kabupaten lain, sehingga untuk labu darah di Kabupaten Garut menurut data dari PMI Garut sekitar 734 Labu darah yang kadaluarsa,

“Akibat adanya kerjasama RSU dr. Slamet Garut dengan PMI Kabupaten Bandung , maka banyak labu darah yang kadaluarsa di PMI Garut, karena RSU dr. Slamer untuk tahun ini, sudah tidak lagi berkerjasama dengan PMI Garut ” ujarnya.

Masih dikatakan Asep, untuk surat perjanjian sendiri pihak Komisi D sudah mimiliki surat pernjian kerjasamanya antara pihak dr. Slamet Garut dengan PMI Kabupaten Bandung, cuman dari surat perjanjian tersebut ada kejanggalan, karena di surat perjanjian kerjasama itu tidak ada dasar hukumnya yang jelas, karena dari surat perjanjian kerjasama ini, sudah hampir 20 bulan per tahun 2017.

“Bila pihak rumah sakit dr. Slamet Garut berkerjasama dengan PMI Kabupaten lain, kasian yang donor darah, yang sudah di simpan di PMI tidak terpakai, dan kami Komisi D akan kaji surat perjanjian kerjasamanya karena tidak sesuai dengan payung hukum yang jelas, dan bila perlu kami akan panggil direktur RSU dr. Slamet Garut “Tegasnya.

Editor : Tomy

BAGIKAN