Ketua SMANDA : Untuk Apa Ikut Lemhanaas Kalau Pada Akhirnya Sahabat Saya Harus Di Coret

203

Koran-Fakta.Com {KF}.-Ervin Lutfi yang di coret sebagai caleg terpilih DPR RI periode 2019 – 2024 dari Partai Gerindra, ternyata telah memiliki Sertifikat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI yang dikeluarkan di Jakarta pada 12 September 2019 Lalu.

Sertifikat tersebut, diperoleh setelah dirinya mengikuti Orientasi dan Pemantapan Nilai-nilai kebangsaan Bagi Anggota DPR-RI terpilih Periode 2019 – 2024 Lemhanaas RI Tahun 2019. Orientasi dan pemantapan tersebut tentunya bertujuan agar Anggota DPR-RI Atau DPD memiliki bekal sebelum dilantik pada Bulan Oktober yang tinggal menghitung hari.

Namun dengan tercoretnya nama calon DPR RI Terpilih Ervin Lutfi sebagai Anggota DPR RI periode 2019 – 2024. Membuat sejumlah elemen masyarakat di Garut Jawabarat menyayangkan atas kebijakan DPP Gerindra dan KPU RI.

Seperti yang disampaikan, ketua SMANDA Angkatan 95, Dodi Gustari. dirinya menyayangkan tindakan yang dilakukan DPP Gerindra yang telah mencoret Ervin Luthfi sebagai caleg terpilih yang digantikan oleh Mulan Jameela.

“Tentunya saya menyayangkan sikap DPP Gerindra yang telah mencoret Caleg terpilih. Padahal sahabat saya kang Ervin telah mengikuti Lemhanaas RI, bahkan sertifikatnyapun ada,” ujar Dodi. Sabtu (28 September 2019) Siang.

Lanjutnya, Di dalam demokrasi capaian yang didapat oleh para anggota Dewan Perwakilan Raykat dan Daerah itu adalah prestasi tertinggi dalam profesi politik, namun hal itu sepertinya tidak diindahkan oleh DPP Gerindra.

“Ya Jadi percumah untuk apa ikut Orientasi dan Pemantapan Nilai-nilai kebangsaan Bagi Anggota DPR-RI terpilih Periode 2019 – 2024 Lemhanaas RI Tahun 2019 kalau pada akhirnya harus di coret,” ucap Dodi Dengan Nada kesal.

Ia menjelaskan, dari informasi yang diperoleh di sejumlah media online pencoreta Ervin Lutfi sebagai calon terpilih anggota DPR RI oleh KPU dan pemberhentian dari keanggotan partai oleh DPP Gerindra itu banyak kejanggalan. Yang mana jika secara mata hukum, partai bisa saja tidak mengikuti hasil keputusan PN Jakarta Selatan kecuali hasil Mahkamah Agung.

“Jelas disini terlihat adanya intervensi dari partai politik terhadap KPU RI sehingga terjadinya pencoretan. KPU sudah mencederai demokrasi politik di Indonesia,” tegas Dodi

Labih jauh disampaikan. Kendati akan dilakukan PAW oleh partai Gerindra, sebaiknya KPU tidak tergesa-gesa dalam meberikan keputusan, yang mana bisa dilakukan proses pelantikan terlebih dahulu. Tidak seperti sekarang yang terjadi PAW dilakukan sebelum proses pelantikan.

“Ini kental konspirasi yang dilakukan oleh KPU dan mlanggar Undang-Undang PKPU,” cetusnya.

Dodi memaparkan Ervin Lutfi merupakan salah satu calon terpilih dengan raihan suara 33 ribu lebih. Bahkan KPU RI telah menetapkan Ervin Lutfi bersama caleg lainnya sebagai calon terpilih dan rencananya akan dilantik pada tanggal 02 Oktober 2019, mendatang. (Indra R)

Editor : J Gunawan

BAGIKAN