Ketua Umum DPP FPPG: Plt Kadisdik Garut tidak Ber-etika Dan Bermoral, bilang Guru Honor Ilegal

331
Ket foto: Ketua umum DPP FPPG. Asep Encuy.

GARUT, (KF).- Ketua Umum DPP FPPG Kabupaten Garut sangat kecewa dengan sikap seorang Pejabat Publik yang tidak punya etika dan moral. Saya sangat marah setelah beredar vidio pernyatan dari beberapa pejabat dinas pendidikan yang terjadi saat audiensi dengan Komisi A di Gedung rakyat Garut, Rabu (12/09) kemarin.

Video itu kini beredar di medsos, dalam video yang berdurasi 3;40 detik itu nampak Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, mengeluarkan pernyataan tidak sedap atau tidak menyenangkan terhadap guru honorer. Plt Disdik Djajat darajat menyatakan ‘ bahwa guru honorer itu ilegal dan tidak sah mengisi buku laporan pendidikan’.

” Pernyataan itu membuat saya sangat marah Dan kecewa , karena saya pernah jadi bagian dari mereka, para honor itu sudah bertahun-tahun pengabdian mereka dipandang sebelah mata oleh pejabat Dinas Pendidikan Garut” ucapnya pada awak media saat ditemui di sekretariat DPP FPPG , Kamis (13/09)

Lebih lanjut ia menjelaskan, Saat ini berbagai persoalan tengah melanda guru honorer, didzalimi pemerintah Garut khususnya honorer K2, belum lagi sudah tiga bulan upah dari dana BOS belum dibayarkan lantaran hingga kini dana BOS harapan satu satunya mata pencarian hingga kini belum kunjung dicairkan .

” Kini ditambah lagi ada pernyataan pejabat disdik Garut yang menyinggung perasaan para guru honorer. Bertahun tahun mereka mengabdi mengajar anak mendidik anak bangsa tapi malah dianggap ilegal, dan tidak syah mengisi nilai,”tegasnya.

Sambungnya ,Dan seolah tidak dianggap ada oleh mereka ( guru honorer). Padahal Guru PNS itu terbatas, bahkan rata-rata tiap sekolah mayoritas guru Honorer. Merekalah yang membantu mensukseskan kualitas pendidikan di Kabuapten Garut, ujarnya.

Ketua Umum DPP FPPG mendesak Plt Kadisdik segera mengundurkan diri karena tidak pantas sebagai pelayan publik, Dan harus meminta maaf atas pernyataannya yang menyakitkan para guru Honorer .
“saya berharap Plt Kadisdik bisa menyampaikan permohonan maafnya atas pernyataan yang dianggap tidak mengenakkan oleh ribuan guru honorer Garut dimedia cetak dan online,” ungkapnya.

Saya menegaskan kepada Bupati Garut untuk segera mengambil sikap yang tegas mencopot Plt. Disdik Garut beserta Jajarannya yang sudah jelas gagal dalam menjalankan tugasnya.

“Pasti semua Guru Honorer tersinggung dengan pernyataan bahwa guru honorer bukan guru. Bahkan, memberi nilai kepada siswa pun tidak sah. Pernyataan itu tidak layak dilontarkan seorang pejabat di lingkungan Disdik,” paparnya.

Asep pun berharap para guru honorer terus berjuang menuntut hak-haknya. Menurut saya, perjuangan mereka sebaiknya segera direspon karena sudah mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa disaat kita mengalami kekurangan ribuan guru.

“Dan saya meminta kepada Dinas Pendidikan , uji petik sistem kualitas, intregitas Guru Honor dengan Pegawai Disdik Garut tersebut,” tuturnya

Seharusnya PLt. Disdik Garut mengevaluasi dirinya sendiri apakah dia memimpin sudah bagus dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Di Garut serta di lingkungan Disdik apakah sudah melakukan pelayanan yang baik kepada Masyarakat erta Revolusi oknum mafia Pendidikan yang Ada dilingkungan ASN Disdik Garut. Pungkas Asep Nurjaman.

Laporan : j Wan/tim