Ketum FPPG : Pengawasan Pembangunan Harus Dilakukan Sejak Perencanaan

55
Ket Foto: Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman.

GARUT, (KF).- Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman mengatakan, pengawasan pembangunan daerah harus dilakukan sejak awal perencanaan. Pasalnya dirinya menilai. Pengawasan yang baru dilakukan diakhir kegiatan pembangunan berpotensi menimbulkan banyak kerugian yang bisa berdampak pada pengelolaan dan pemanfaatan anggaran yang salah

hal ini, lanjut Asep sudah terjadi dalam pembangunan proyek pasar, Puskesmas, dan sejumlah proyek lainnya di Kabupaten Garut yang mangkrak dan amburadul

“Dengan adanya temuan dari BPK dengan kerugian negara sebesar 1.8 M,” ucapnya

Lanjut dikatakan, perencanaan dan keuangan memiliki hubungan yang erat, khususnya dalam implementasi visi dan misi kepala daerah dalam lima tahunan maupun Rencana Strategi (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) tahunan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Asep meminta aparatur perencana di setiap SKPD, diharapkan mampu menyinergikan fungsi organisasi melalui penganggaran yang tepat sesuai capaian kinerja dan standar pelayanan minimum. Serta terlebih harus mampu menganggarkan keuangan sesuai kinerja yang berdampak langsung pada masyarakat banyak.

“Rencana dan hasil pembangunan harus dianalisis dengan tepat dari hulu ke hilir, agar mampu berfungsi sesuai kebutuhan masyarakat dan mencegah kerugian negara,” kata Asep.

Asep mengharapkan, seluruh aparatur pemerintahan khususnya pelaksana teknis perencanaan kegiatan pembangunan untuk lebih bersikap terbuka “open minded”, sehingga pengelolaan pembangunan daerah akan terwujud sesuai aspirasi rakyat.

Selanjutnya, Asep meminta kepada Bupati Sebagai penganggung jawab serta Tim TP4D, Inspektorat dan DPRD sebagai liding sektor pengawasan harus lebih serius dalam mengawasi setiap perencanaan pembangunan di kabupaten Garut.

“Jangan sampai DPRD tutup telinga dan kerjaanya hanya Study banding saja, tanpa ada akses yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya

Pemerintah Garut harus mampu memberi jawaban dalam efektivitas fungsi manajemen secara strategis, yang akan mempermudah implementasi program kerja dan monitoring terhadap jalannya roda pembangunan tahunan maupun lima tahunan secara tepat sasaran dan efektif efesien. (*)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN