Khawatir Membahayakan Siswa, Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al Kaustsar Dibongkar Warga.

88
Warga saat bergotongroyong membongkar bangunan madrasah yang kondisinya mengkhawatirkan. (Foto istimewa)

GARUT, (KF).- Warga kampung Pojok, Desa Pasirwaru, Kecamatan Limbangan kabupaten Garut, secara bergotongroyong membongkar bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Kaustsar, yang kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Gotong royong warga setempat tersebut dilakukan karena khawatir dengan kondisi bangunan yang sudah rapuh, bahkan hampir roboh.

Kepada wartawan, Diki (40) orang tua Siswa mengatakan, dirinya mendapat kabar dari anaknya yang sedang belajar mendengar suara patahan di atap sekolahnya. Mendengar hal itu Ia beserta komite sekolah dan Kepala sekolah bermusyawarah.

” Hasil musyawarah , akhirnya hari ini Jumat 7 September 2018 kami sepakat untuk membongkar atap sekolah, ternyata sudah banyak kayu yang rapuh bahkan sebagian sudah ada yang patah”, kata Diki Jum’at (7/9/2018).

Saat dihubungi Kepala Sekolah MI Al Kaustsar Icah Saniah membenarkan prihal dibongkarnya atap sekolah oleh warga, mereka khawatir apabila atap tersebut roboh disaat siswa sedang belajar.

” Kejadian suara patahan di atas atap sudah terjadi sejak Senin kemarin ( 3/9 ) karena takut ada hal-hal yang tidak diinginkan maka Kami beserta Komite dan orang tua siswa sepakat untuk membongkarnya,” ujar Icah Saniah melalui Telepon Selulernya.

Icah Saniah berharap ada perhatian dari Kanwil Kementerian Agama kabupaten Garut untuk secepatnya dibangunkan bangunan baru karena bangunan yang ada saat ini sudah tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar, dengan kondisi hanya memiliki 2 ruang kelas, pihaknya sangat membutuhkan tambahan ruang baru.

” Kami hanya memiliki 2 ruang kelas yang di sekat, kondisinya saat ini sudah tidak layak untuk dijadikan tempat belajar mengajar, oleh karena itu Kami memohon adanya bantuan tambahan ruang kelas baru dan perbaikan ruang kelas yang saat ini di bongkar karena atapnya membahayakan kepada siswa yang sedang belajar”, harap Icah Saniah.

Laporan : Tim

Editor : Indra R

BAGIKAN