Komisi A DPRD Garut, Minta Agar Panwaslu dan KPU Segera Di Evaluasi.

52

GARUT, (KF).- Pasca adanya penangkapan Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut. Heri Hasan Basri dan Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat oleh petugas dari Tim Satgas Anti Money Politic Bareskrim Mabes Polri dan Satgas Polda Jawa Barat pada Sabtu (24/2/2018) beberapa waktu lalu. Penangkapan Ketua Panwas dan Komisioner KPU Kabupaten Garut tersebut diduga telah menerima suap dalam bentuk uang dan mobil dari salah seorang calon bupati.

Saat diminta tanggapanya Ketua Komisi A DPRD Garut Alit Suherman mengatakan, terkait adanya penangkapan Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU oleh pihak kepolisian dirinya sangat prihatin atas adanya dugaan penerimaan suap berbentuk uang dan satu unit mobil dari salah seorang calon bupati. Bahkan dirinya pun mengucapkan turut berduka cita atas peristiwa tersebut. Bahkan dirinya pun tidak menyangka ini bisa terjadi, karena lembanga penyelenggara Pilkada harus netral ” Saya merasa prihatin dengan kejadian tersebut, dan tentunya menjadi citra yang kurang baik, bagi Panwaslu dan KPU Garut sebagai penyelenggara Pilkada dengan adanya dugaan kasus suap ini,”paparnya.

Lebih lanjut, Alit meminta dengan kejadian ini, harus dijadikan sebagai tolak ukur, dan bahkan dirinya pun dengan tegas meminta agar segera di evaluasi lembaga penyelengaraan Pilkada di Kabupaten Garut ini, karena dengan adanya dugaan kejadian ini menjadikan citra yang kurang baik, dan jelas ini mencedrai demokrasi politik, karena lembaga penyelenggaranya pun ikut bermain,

” Dengan adanya pemberitaan adanya dugaan suap pada Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU, merupakan bentuk cerminan bahwa Panwaslu dan KPU sudah tidak bersih dan amanah, dan kami pun Komisi A minta agar segara di evaluasi Panwaslu dan KPU Kabupaten Garut, ” ujarnya.

Penulis: Beny

Editor : Van’s