Konflik Yayasan YBKP3 dan Ketua yayasan BKIC Berakhir Dengan Kesepakatan

443
Ket Foto : Saat melakukan mediasi di Aula KCD pendidikan wilayah XI Provinsi Jawa Barat, Jln. A Yani, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut.

Koran-Fakta.com (KF).- Konflik antara Ketua yayasan YBKP3 Sugeng S K dan Ketua yayasan BKIC Nanang Solihin, S.si, Apt akhirnya deadlock dalam perjanjian, Hal itu setelah mediasi yang dilakukan keduanya di KCD pendidikan wilayah XI Provinsi Jawa Barat, Jln. A Yani, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Kamis (16/01/2020) Siang.

Ketua Yayasan Bina kharisma Insan Cendikia (BKIC) Nanang Solihin, S.si, Apt mengatakan, berdasarkan hasil mediasi yang dilakukan kedua belah pihak yang di saksikan para orangtua murid, sepakat menerima solusi yang ditawarkan untuk berdamai walaupun tidak sesuai harapan kami hasilnya.

“Kami dari Yayasan BKIC menyetujui usaha musyawarah ishlah oleh KCD itu, karena memang kita melihat kepentingan penyelamatan siswa apalagi saat ini siswa kelas XII tersebut sebentar lagi menghadapi Ujian Nasional,” ungkapnya saat ditemui para awak media.

Dikatakannya, bahwa untuk kesepakatan awal bersama antar kedua yayasan sebetulnya tidak ada perubahan dan kita berharap dikembalikan sesuai kesepakatan tersebut khususnya bagi kelas XII sampai Juni 2020 dan siswa aman di dalam dapodik SMK Farmasi YBKP 3, dan sebetulnya harapan kami siswa kls XII bisa dimutasikan ke sekolah yang kami jadikan induk bagi SMK Cipta Karsa, kemudian untuk masalah pembelajaran kita akan tinjau dulu dari sisi psikis guru maupun siswa, dalam artian pembelajaran ataupun kegiatan sekolah dibuat nyaman, apalagi mereka telah nyaman berada di SMK Cipta Karsa.

“ karena itu hal tersebut bukan sebuah konklusi yang langsung diambil secara teknis nanti akan ada beberapa perbincangan perbincangan masalah teknis dilapangan. intinya ketua yayasan pada hari ini untuk kelas XII berupaya untuk penyelamatan kelas XII, dengan legowo untuk menyelesaikan ujian nasional (UN) serta ujian lainnya dan sebagainya, sehingga hak siswa dan orang tua murid tetap terpenuhi,” ucapnya

Lebih jauh menjelaskan, untuk selanjutnya kelas X, kelas XI ini sudah ada perbincangan dengan KCD mengenai hal itu nanti kita akan informasikan, selanjutnya dalam proses pembelajaran kelas X menurut beliau (KCD) tidak bisa dimutasikan sebelum menyelesaikan satu tahun pembelajaran, tetapi terdapat kekecualian jika ada hal hal darurat yang dapat diambil kebijakannya oleh provinsi

“kebetulan kalau untuk mutasi di kelas X harus satu tahun full dulu di SMK YBKP3 itu menurut KCD, tapi kalau saya lihat, di peraturan kedinasan provinsi lain mohon maaf di kedinasan provinsi yang lain, yang tidak boleh dimutasikan yaitu kelas XII pada semester genap itu saja yang saya lihat. sementara untuk kelas X, Kelas XI bisa mutasi pada semester ganjil maupun semester genap pun, misalnya dalam aturan siswa ikut orang tua dalam pindah sekolah,” jelasnya

Sementara para pengajar, secara sistem online dapodik masih terikat di data SMK Farmasi YBKP3 dan untuk SMK CK sebetulnya sudah ada izin yang kita akuisisi dari ijin sekolah yang sudah nonaktif jadi pada dasarnya saat ini kita sudah memiliki izin operasional.

“ Penyelesaian kelas X dan XI diselesaikan pada kemudian hari dengan koordinasi bersama KCD dangan pengawas pembina tentunya sekarang ini menitik beratkan pada penyelamatan kelas XII, intinya kls XII menggunakan data SMK Farmasi YBKP3 tetapi pembelajaran dan pengelolaan di SMK Cipta Karsa,” tuturnya

Sementara kepala KCD pendidikan wilayah XI Provinsi Jawa Barat Asep Sudarsono mengatakan kita sudah mengundang kedua belah pihak yang bersengketa dan yang ternyata setelah saya denger itu masih saudara.

“ jadi tadi sudah ada kesepakatan. biasa ya, ketika hampir di semua lembaga pendidikan kejadian tersebut sudah biasa, di awal pada membiarkan tapi setelah berhasil pada mengakui. cuma yang jadi kendala itu ketika melibatkan orang tua, dan guru. tapi tadi sudah sepakat bahwa mereka akan mengakhiri semua dengan bekerja sama kembali,” Pungkasnya (J Gunawan)

Editor: Indra R

BAGIKAN