KONI VS Bupati Garut Kian Memanas

91

Wartawan: Jay AS

GARUT, ( KF) – Kisruh Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) dengan Bupati Garut, Rudy Gunawan kian memanas. Pasalnya KONI ngotot minta Bupati membuktikan janjinya untuk menambah anggaran pada APBD Perubahan Tahun 2017. Sedangkan Rudy bersikukuh telah memberikan dana Rp. 1,5 milyar.

” Begini KONI itu sudah mendapatkan dana dari Pemda Rp. 1,5 milyar, manajemen keuangannya itu urusan KONI. Tapi mereka bilang yang Rp. 500 juta untuk eksibisi itu sudah habis untuk bayar Atlet. Saya bilang kalau kurang, silahkan pinjam ke BPR. Jaminannya Pemda, nanti akan dibayar pada Tahun 2018, dilaksanakan atau tidak oleh KONI kan saya tidak tahu. Kalau begitu, sudah saja Cabor datang ke saya, kasihan cabor,” ujar Bupati, dengan nada kesal, Senin (18/12/2017) kepada kalangan media.

Hal itu dikatakan Rudy Gunawan, saat dimintai tanggapannya terkait keluh kesah KONI yang terpaksa harus pinjam sana sini, bahkan dengan cara gadaikan BPKB, mengingat butuh dana cepat untuk mendanai cabang olahraga yang belum mengikuti babak kualifikasi Porda.

Menanggapi pernyataan Bupati tersebut, Sekretaris KONI Kabupaten Garut, Abdusy syakur Amin, mengatakan, memang KONI sudah menerima dana dari anggaran murni Rp. 1,5 M. Tetapi dana tersebut sudah habis dipakai berbagai kegiatan cabor, dan pemberian bantuan kegiatan olahraga lainnya.

” Memang betul kita sudah terima Rp. 1,5 milyar dari Pemda, dana itu sudah habis. Diantaranya Rp. 500 juta dipake untuk mengikat atlet, karena kita akan mengukuti Porda. Kalau atlet tidak diikat seperti itu, mereka akan pindah ke daerah lain yang lebih menjanjikan dari sisi materi. Banyak loh daerah lain yang menginginkan atlet kita, karena atlet Garut ini banyak yang berpotensi memperoleh medali di Porda nanti. Makanya kita berjuang bagaimana atlet-atlet kita bisa ikut Babak Kualifikasi (BK). Karena kalau tidak ikut BK, mereka tidak akan bisa ikut Porda, ” tutur Syakur, didampingi Ketua KONI Garut, H. Ato Hermanto, di kantor KONI, Senin (18/12).

Ditambahkannya, KONI telah mengajukan kebutuhan dana untuk persiapan Porda Rp. 1,3 milyar dalam anggaran perubahan. Namun katanya hanya disetujui Rp. 720 juta, tapi sampai saat ini belum juga cair.

” Kita sudah sampaikan secara rinci penggunaan uang yang Rp. 1,5 milyar itu ke Bupati, dan Bupati mengerti kebutuhan kita. Beliau berjanji akan membantu kekurangan KONI dari 720 juta, menjadi Rp. 500 juta. Tapi yang ini pun belum cair. Sebab pinjam ke BPR itu persyaratannya panjang,”papar Rektor Uniga tersebut.

Sementara itu, Ketua KONI, H. Ato Hermanto, menilai Rudy Gunawan, kebijakannya kaku dan seolah ragu terhadap KONI. Padahal kata Ato Bupati-Bupati sebelumnya sangat respek terhadap program KONI.

” Saya melihat mulai jamannya Bupati Dede Satibi, Pak Agus Supriadi, Pak Agus Hamdani, termasuk Aceng Fikri, semua gak ada masalah. Orang juga melihatnya aman-aman saja. Tapi kenapa kok, Bupati Pak Rudy ini kesannya kaku dan ada keraguan terhadap KONI ini. Padahal saya, Pak Syakur dan pengurus lainnya tidak mungkin bermain-main dengan anggaran. Kalau memang sudah tidak percaya, ya sudah jangan dipaksakan,” ujarnya.

Baik Ato, Syakur dan pengurus KONI lainnya, sepakat untuk mempasilitasi Bupati dan para pengurus cabor, jika Rudy Gunawan hendak memberikan kekurangan dana untuk BK sebesar Rp. 500 juta itu langsung kepada para pengurus cabor.
“Akan kita pasilitasi kalau Pak Bupati mau menyerahkan langsung kepada cabor, tapi harus dibuktikan,” kata pengurus KONI, serempak.

Sekretaris ll KONI, Rizal Syam, beberapa cabor yang kini tengah mengikuti babak kualifikasi Porda dengan dana pinjaman pengurus KONI itu, sudah berhasil meraih beberapa medali mas. Cabor gulat misalnya sudah memperoleh 4 mas, pencak silat 1 mas. ” Memang sudah terukur cabang-cabang unggylan ini akan lolos. Makanya kita upayakan dengan sekuat tenaga supaya mereka bisa ikut, agar bisa berlaga di Porda nanti, ” pungkasnya.

Editor: Van’s

BAGIKAN