Konsumsi Ikan Daging Dan Telor Masyarakat Rendah

37
Ket foto: Istimewa

Jurnalis : Gi /J.Gunawan

GARUT, (KF).-Dinas ketahanan pangan dan peternakan provinsi jawa barat menggelar acara sosialisasi tentang produk pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Kegiatan tersebut berlangsung di aula PKK Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Rabu (20/12/2017) Siang.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh para kader PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Garut nampak berjalan lancar.

Acara ini pun dibuka oleh wakil ketua TP PKK Kabupaten Garut ny. Hani Helmi budiman, disampaikannya penerapan higiene sanitasi pada penyediaan pangan asal hewan tentunya untuk menjaga kualitas daging yang diolah.

“Pertama harus diperhatikan proses mulai pemotongan, penyimpanan dan pengolahan dimana semua tahapan proses harus meminimalkan adanya kontaminasi dan perkembang biakan bakteri. Dan hewan yang dipotong harus terbebas dari penyakit yang bersifat menular ke manusia” Katanya.

Lanjut disampaikannya, Ny Hani. Dikabupaten garut konsumsi akan ikan sangat memperihatinkan hanya mencapai 4 sampai 5% saja, masyarakat dihimbau bukan mahir belanja, mahir memilih, akan tetapi mahir mengolah dan mengkonsumsi.

“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para kader bisa mensosialisasikan kembali betapa pentingnya asupan gizi dan protein untuk tubuh kita dan tentu hal ini sangat lah penting” Harapnya.

Sementara itu yang menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi ini dr Diah Kepala Bidang Disnakanlla Kabupaten garut memaparkan tentang penanganan pangan asal hewan secara ASUH yang bertujuan untuk menghasilkan pangan yang aman dan layak untuk dikonsumsi.

Bahan pangan dikatakan aman apabila tidak mengandung bahan berbahaya, kimiawi dan fisik atau bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. “Sehat bahan pangan asal hewan mengandung bahan-bahan yang dapat menyehatkan manusia. Utuh dimana bahan pangan tidak dikurangi atau dicampur dengan bahan lain. Halal yaitu produk pangan asal hewan berasal dari hewan yang disembelih dan ditangani sesuai syariat Islam” Ungkapnya.

Editor: Indra R

BAGIKAN