Korban Banjir Lakukan Akad Nikah di Pengungsian

245

Saat mempelai berfoto bersama sang ibu
Saat mempelai berfoto bersama sang ibu
KF.-Ada yang menarik di rumah pengungsian korban banjir bandang yang berlokasi di kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik LPSE jalan Pramuka Kelurahan Pakuwon. Sepasang pengungsi merayakan pernikahan mereka, lengkap dengan gaun putih untuk mempelai wanita dan jas serta dasi untuk mempelai pria.

Mempelai pria diketahui atas nama Egi(24 Tahun) warga kelurahan Pakuwon dan mempelai wanita Sinta(18 Tahun) warga kelurahan Haurpanggung. “Mereka terpaksa melakukan akad nikah di pengungsian karna terpaksa, hal tersebut dilakukan tentunya satu sama lain sudah saling mencintai dan takut ada fitnah dari keluarga pengungsi yang lain, karena memang sudah  cukup lama kedua mempelai tersebut menjalin hubungan dilokasi pengungsi.” Ucap Asep Mulyana Kepala Kelurahan Pakuwon pada Wartawan, (30/12/2016) Pagi.

Ditambahkan Asep, pihaknya berterima kasih pada kementerian Agama yang telah membantu proses pernikahan bahkan telah membantu menyumbang untuk kekedua mempelai merayakan bulan madu disalah satu hotel diwilayah Garut,” saya sangat berterima kasih sekali pada kementerian Agama yang membantu proses kelancaran pernikahan pengungsi ini, dan pada kesempatan ini juga dalam hari Amal Bhakti ke-71 kementerian agama kabupaten Garut memberikan bantuan untuk merayakan bulan madu selama 4 hari di sebuah hotel,” Kata Asep

Kedua mempelai yang merupakan korban banjir saat hendak melakukan akad nikah
Kedua mempelai yang merupakan korban banjir saat hendak melakukan akad nikah

Eka Kartina(48 Tahun) Orang Tua dari Mempelai Pria, mengaku dirinya dalam kesehariannya sebagai pemulung tentunya banyak keterbatasan dalam ekonomi apalagi saat banjir bandang pada beberapa bulan lalu yang tengah meluluh lantakkan harta benda serta rumahnya,” ya terpaksa saya nikahkan anak saya dirumah pengungsian karna memang kami sudah tidak memiliki apa-apa, waktu banjir Rumah kami hanyut dan tak menyisakan sedikitpun harta benda,” Ujarnya.

Lanjut Eka, Mas kawin yang diberikan hasil dari pekerjaan anaknya sebagai buruh parkir serta dirinya sebagai pemulung,” ya saya kumpulkan uang dari hasil memulung barang bekas ditambah anak saya yang saat ini bekerja jadi tukang parkir di IBC untuk membeli mas kawin 4,5 Gram ditambah peralatan solat,” Paparnya

Eka berharap meski pernikahan anaknya ini di tempat pengungsian dirinya mengharapkan agar pernikahan anaknya kedepan bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah dan warohmah, Singkat Eka. (dra R)

BAGIKAN