Kurangnya Generasi Muda, Terjun Dalam Sektor Pertanian

113

GARUT, (KF)- Sumber Daya Manusia dalam sektor pertanian sedang mengalami krisis. Termasuk diantaranya dalam hal regenerasi petani di Kabupaten Garut, baik yang berada daerah apalagi di perkotaan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, jumlah SDM yang fokus pada sektor pertanian semakin hari semakin menyusut. Jangankan dari yang bukan keluarga petani, sebagian keluarga petani saja anaknya jarang sejalan atau meneruskan usaha orang tua di sektor pertanian.

“Ya jujur saja seperti anak abdi, kebon mah aya 500 meteran, tapi alim neruskeun usaha bapakna ngurus tani, usaha sayuran atau buah-buahan. Kuliah wae milih jurusan keguruan, anu hiji deui masuk jurusan hukum di Bandung. Memang pergaulan dan zaman anu beda, mung orang tua teu tiasa maksa,” ujar Dindin (58) salah seorang petani di Kampung Babakan Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler.

Krisis kader atau generasi petani juga diakui Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman saat ditemui wartawan usai peringatan Hari Pangan Sedunia, (11/10) di Lapang alun-alun Garut jalan Otista. Dimana termasuk di Kabupaten Garut, SDM petani saat ini rata-rata diatas umur 50 tahunan, jarang pemuda antara usia 20 tahun terjun dalam sektor pertanian.

“Makanya dalam peringatan hari pangan sedunia ini mengambil tema bagaimana kita membangun generasi yang bisa menjadi ketahanan di Kabupaten Garut,” kata Helmi.

Makanya kata Helmi, Pemerintah bersama seluruh unsur di Kabupaten Garut ingin memberi rasa optimis kepada generasi muda, bahwa sektor pertanian itu masih prospektif dalam kehidupan ekonomi.

“Ini salah satu yang menjadi perhatian kita kedepannya. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan (kualitas maupun kuantitas SDM Petani, red), Pertama pendidikan, dengan ilmu yang modern ini bisa memungkinkan berhasil, pertanian menjadi sektor pegangan bagi generasi anak muda,” tambah Helmi.

Disamping pendidikan, pihaknya tengah mempersiapkan infrastruktur dan peralatan modern baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti halnya melalui APBD atau Alokasi Dana Desa. ( J Wan)***

BAGIKAN