Kuswendi: Semua Hanya Karena Miskomunikasi

351
Drs. Kuswendi, M.Si, Kepala Dispora Kab Garut

GARUT,(KF),-Penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Garut dan pembangunan gedung Olahraga (GOR) menyisakan persoalan. Sebab Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dinilai kurang apresiasi dan tidak aspiratif.

Menanggapi tuduhan Ketua KONI Garut, H. Ato Hermanto dan Ketua KNPI Garut, Tubagus Ayi, yang menyebutkan kurang koordinatif dengan kedua lembaga yang jadi mitra kerja Dispora. Kuswendi selaku Kepala Dispora, membantah tuduhan tersebut.

Sebelumnya H. Ato dan pengurus KONI lainnya, menyebutkan, jika Dispora tak memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Porkab yang baru selesai pada akhir desember 2016 lalu. Ato dan kawan-kawan juga merasa kecewa dengan tidak adanya koordinasi Dispora dengan KONI dalam pembangunan GOR Beladiri Ciateul-Ciawitali, sehingga wujud GOR tersebut dinilai tak sesuaii kebutuhan para pengurus cabang olahraga.

” Sejak awal saya sudah berinisiatif mengumpulkan para camat di BAPPEDA, saya telephone Pak H. Ato, Pak Ade Hendarsah dan Pak Syakur (ketiganya pengurus KONI-red) semuanya ngariung. Pada saat itu untuk menentukan waktu penyelenggaraan Porkab mau kapan. Dan saya wajibkan semua untuk ikut, lalu waktu itu saya dan Pak Haji Ato, bisik-bisik soal anggaran. Saya katakan lebih baik penyelengaraannya diundur ke Desember, sebab kalau November uangnya belum tentu ada. Artinya saya bertanggung jawab terhadap anggaran, karena pemerintah sebagai penanggung jawab,” paparnya.

Bukan hanya itu kata Kuswendi, saat ditemui di kantornya, Jalan Pasundan, Selasa (03/01), dirinya pun sempat mendatangi beberapa Cabor pada saat berlangsungnya final pada Porkab dan berkesempatan untuk mengalungkan medali kepada para juara, termasuk pada acara penutupan Porkab. Nah kalau saya dianggap tidak resfek terhadap Porkab, itu tidak benar,” tegasnya.

Mengenai pembangunan GOR Beladiri, Kuswendi mengaku sudah berkoordinasi sejak awal pembuatan gambar GOR, hingga ekspose oleh konsultan. Yang hadir waktu itu, lanjut Kuswendi, yakni Sekretaris KONI, Abdusyi Syakur dan pengurus lainnya, Rijal.” Waktu itu saya nanya, barangkali ada keinginan dari KONI. tapi KONI mengikuti gambar yang sudah ada. Setelah itu kan ada lelang dan turun SP, pembangunan jalan. Artinya kalau Koni mau, kita awasi bareng-bareng, karena gambarnya sudah disepakati,” tuturnya.

Sedangkan terhadap tuduhan Ketua KNPI yang menyebut Dispora tidak pernah melibatkan KNPI dalam hal penyusunan anggaran dan hal kepemudaan lainnya. Kuswendi bilang sudah tidak ada masalah dengan lembaga yang diketuai Ayi tersebut.” Kemarin di penutupan Porkab saya ngobrol dengan Ketua KNPI, kan sebelumnya mereka datang. Mereka mengajukan anggaran ke Pak Bupati, Pak Bupati balik lagi ke saya, saya setujui semua jebred! mungkin karena di TAPD dananya terbatas, saya dukung. Jadi sebetulnya sudah tidak ada masalah dengan KNPI,” tandasnya.

Kesimpulannya kata Kuswendi, baik dengan KONI, maupun KNPI persoalannya hanya miskomunikasi. (Jay).

BAGIKAN