Laju Penduduk Tak Sebanding Dengan Pertumbuhan Ekonomi

81

Ket Foto: Kegiatan pencanangan Bakti sosial TNI KB Kesehatan Tahun 2017 tersebut, secara resmi dibuka oleh Dandim 0611/Garut dengan ditandai penabuhan kendang

GARUT, (KB).- Asisten Daerah I Pemerintah Kabupaten Garut Didit Fajar Putradi, menyebutkan, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Garut saat ini, belum seimbang dengan pertumbuhan ekonomi. Hal itu disampaikannya dalam kata sambutan, mewakili Bupati Garut, Rudy Gunawan yang berhalangan hadir, pada program Pencanangan Bulan Bhakti TNI KB Kes Terpadu, Tingkat Kabupaten Garut, Agustus lalu, di Lapangan Basket Makodim 0611 Garut

Menurut Didit, Seharusnya pertumbuhan masyarakat Garut bisa ditekan, sehingga lajunya dikisaran angka 2, dari saat ini yang berada di kisaran 2,6.

Didit menyebutkan, pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi, akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap kondisi masyarakat. Namun dengan ketidakseimbangannya saat ini, bukan tidak mungkin akan memunculkan permasalahan baru. Salah satunya masalah ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Karena pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan ekonomi, masalah lapangan pekerjaan ini menjadi permasalahan sendiri, yang memunculkan permasalahan baru. Contohnya karena tidak bekerja munculah permasalahan kriminal, untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Jadi pertumbuhan penduduk ini harus dikontrol,” ujarnya.

Program Bhakti TNI KB Kes terpadu, diakui Didit, selama ini selalu sukses dan sesuai dengan target, karena para anggota turun langsung melakukan pemahaman kepada masyarakat. “Oleh karena itu di tahun 2017 ini juga kita optimis program KB ini dengan berbagai variannya bisa sukses terlaksana meski sebelumnya Kodim melaksanakan berbagai program di Garut,” ucapnya.

Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Arm, Setyo Hani Susanto, SIM, MSi mengatakan, bahwa program Bhakti TNI KB Kes Terpadu, selain untuk kemanunggalan TNI bersama rakyat. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan peran aktif dan kontribusi positif terhadap seluruh elemen, khususnya pembangunan masyarakat. “Diharapkan dengan program Bhanti TNI KB Kes Terpadu ini bisa mewujudkan ketahanan masyarakat, keluarga yang titiknya menjadi ketahanan wilayah dimanan faktor dominannya adalah stabilitas masyarakat,” katanya.

Dandim berujar, keluarga berencana memang erat kaitannya dengan lapangan pekerjaan, sehingga bisa mewujudkan permasalahan ekonomi yang bisa tertata dengan baik. “Oleh karena itu kita jajaran Kodim 0611 Garut akan berupaya semaksimal mungkin, untuk mensukseskan program keluarga berencana ini di Kabupaten Garut,” ungkapnya.

Selama ini, kata Dandim, program Bhakti TNI KB Kes Terpadu targetnya selalu tercapai. Namun tahun ini pihaknya akan berupata lebih maksimal. “Untuk bisa mewujudkannya kita akan menekan seluruh jajaran untuk melakukan pendampingan sosial kepada masyarakat dan memberikan pemahaman akan pentingnya KB,” cetusnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Drs Toni Tisna Somantri mengatakan, program KB di Garut memang masih memiliki kendala menuju Indonesia yang tumbuh seimbang. “Saat ini memang pertumbuhannya belum seimbang, rata-rata per keluarganya 2,5 atau ada yang punya anak 2,3, juga 4,” katanya.

Di tahun ini ditargetkan muncul 5.000 akseptor baru, dengan program kontrasepsi jangka panjang. Karena berdasarkan catatan, sambung Toni, kontrasepsi jangka panjang ini, bisa mengendalikan rentannya drop out peserta KB. (Jay)

BAGIKAN