Lapang Sepakbola Jayaraga Mirip Sawah

316
Ket poto:memperlihatkan kondisi lapang sesudah dan sebelum

GARUT, (KF)- Stadion Jayaraga Garut, merupakan Lapangan sepakbola yang jadi kebanggaan masyarakat Garut, kini kondisinya rusak berat usai digunakan acara jalan sehat yang diikuti ribuan peserta dari salah satu Ormas Islam, Sabtu (29/01). Hampir 80 persen rumput lapangan rusak, bukan hanya akibat terinjak-injak kaki ribuan peserta jalan sehat, juga akibat banyaknya kendaraan roda empat (mobil) yang dimasukan ke lapangan.

Sehari setelah kegiatan jalan sehat tersebut, kondisi lapangan cukup memperihatinkan. selain rumput lapangan rusak nyaris tak berumput menyerupai petakan sawah, sampah pun berserakan di mana-mana.

Ketua Persigar Garut, H. Dadang Johar Arifin mengaku kecewa melihat kondisi lapangan yang seperti habis diterjang banjir bandang. Padahal belum lama ini pihaknya baru memperbaiki lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan persahabatan, antara Persigar melawan T Team dari malaysia.

” Terus terang saya prihatin dengan kondisi lapangan seperti ini. Saya juga kecewa kepada pihak Dispora yang memberikan ijin penggunaan lapangan untuk kegiatan selain sepakbola. Masalahnya ini musim penghujan, kalau lagi kemarau, mungkin tidak akan rusak separah ini,” kata Dadang yang juga baru saja dilantik

Untuk memperbaiki kondisi lapangan yang rusak berat itu, Dadang, memperkirakan memakan biaya besar dan waktu yang lama. Padahal lapang sepak bola yang yang jadi kebanggaan masyarakat Garut itu, akan dipergunakan latihan Tim Persigar menghadapi kompetisi PSSI yang akan digulirkan mulai Maret mendatang.

” Kalau dilihat dari kerusakan yang separah ini, mungkin bisa menghabiskan biaya sampai Rp. 50 juta, waktunya juga akan lama. Padahal kita tengah persiapan Liga Nusantara yang akan dimulai Bulan Maret. Dan juga kita akan menggelar dulu kompetisi di sini,” tuturnya.

Dadang berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Ia pun menyarankan, untuk kegiatan yang mengerahkan massa banyak, tidak dilaksanakan di lapangan sepakbola.” Kalau kegiatan yang massanya mencapai ribuan, sebaiknya di pusatkan di lapangan yang kontur tanahnya keras dan padat. Atau lebih baik di Ciateul yang akan dibangun GOR,

Senada dengan Dadang, mantan Pengurus Persigar, yang juga pelatih sepakbola yang biasa mempergunakan Lapang Jayaraga untuk pembinaan anak didiknya, mengaku kecewa dan menyesalkan pemberian ijin kegiatan yang tidak sesuai peruntukannya.

” Jelas abdi kecewa, kieu-kieu oge ieu teh lapang kebanggaan urang Garut atuh. Nu teu leres namah numasihan ijinna we,” tegasnya.

Ia berharap ada yang bertanggung jawab terhadap kerusakan yang terjadi di lapang sepak bola yang pernah melahirka pesepakbola handal asal Garut, seperti Zaenal Arif, Yandi Sopyan, Uut Kuswendi dan banyak lagi yang lainnya. ” Saya berharap ada yang bertanggung jawab untuk segera memperbaikinya,” pungkasnya.(Jay)

BAGIKAN