Lapas Kelas IIB Garut, Miliki Pesantren Terpadu “TAUBATUL MUDZNIBIIN”

127
Bupati Rudy Gunawan saat foto bersama kepala lapas kelas IIB Garut. (Istimewa)

GARUT, (KF).- Bupati H. Rudy Gunawan, SH.MH.MP., menyampaikan, kepala Kalapas adalah jabatan vertikal dikabupaten garut dan beliau juga berdedikasi sangat tinggi sehingga lapas garut terjaga dengan aman dan terkendali, beliau juga sangat memanusiawikan binaan Lapas Kelas II B Garut, dengan mengagas pondok pesantren Sabtu (21/07/2018) siang.

Rudy Gunawan juga menuturkan rasa terimakasih nya atas kehadiran, aceng alawi selaku kepala sekolah pondok pesantren, serta Mama Cianjur KH. Muhktar Gozali, beliu adalah pencetus pondok pesantren Dilapas dijawa barat dan Beliau juga bukan pencetus di jawa barat saja, namun beliau juga Mama, SeIndonesia.

Rudy juga, memberikan motivasi kepada semua Warga Binaan yang ada di Lapas kelas II B Garut, untuk tidak berkecil hati untuk terus bertobat dan memohon ampun meskipun dengan keterbatasnya dilapas ini, karna dimanapun kita berdoa, jangan pernah putus karna Alloh SWT maha pengampun dan maha penerima tobat.

“Insya Alloh saya akan memberikan dana hibah untuk penyelenggaraan pondok pesantren dengan bentuk sarana dan prasarana di lapas kelas II B garut ini dengan tahun anggaran 2019,” ujarnya

Bupati Berharap, setelah nanti kita menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab, maka kita selesaikan dengan sportif, yang di anggap negara belum selesai, maka kita harus mempertanggung jawabkan dengan sebaik baiknya.

“kelak nanti tiba beresnya masa hukuman, mudah mudahan akan menjadi suri tauladan, dilingkungan masyarakat dan mensyiarkan kembali apa yang di dapat di Lapas dengan mengaplikasikannya di masyarakat nanti,” terang Bupati Garut Rudy Gunawan.

Sementara. Kepala Kalapas, Mardani Boy.,Bc.IP.s.Sos,M.Si,. Menambahkan santri warga Binaan Pondok Pesantren Terpadu “TAUBATUL MUDZNIBIIN”,
adalah dengan jumlah santri warga binaan lapas 46 orang, dan pondok pesantren terpadu ini ada dibawah binaan MUI dan Kemenag

Boy, mengucapkan rasa terimakasihnya atas kehadiran Bupati Garut dan sekaligus wisuda serta milad pertama yang diselengharakan, karna pondok pesantren terpadu ini berdiri baru satu tahun, dari satu tahun ini baru bisa mewisuda santri dan sekaligus melaksanakan Milad.

Mardani Boy juga mengatakan, bahwa di jawa barat ini baru ada 2 lapas yang berbasis pesantren terpadu. dan berkat Mama dari Cianjur, kami bisa belajar dan mengadopsi adanya pesantren Terpadu dari lapas cianjur sehingga Lapas Kelas II B garut bisa mendirikan Pesantren Terpadu “TAUBATUL MUDZNIBIIN”.

Lapas Garut dengan pembinaan dari Aceng alawi yang setiap harinya ada di Lapas bersama warga binaan bisa terwujudnya pesantren terpadu.

“Allhamdulillah dengan ketulusannya beliau mau membina dan membimbing sehingga menjadikan warga binaan lapas kelas II B Garut, bisa merubah prilaku dengan berahlak lebih baik lagi “, Mudah mudahan dengan adanya pondok pesantren terpadu, yang berada diLapas Kelas II B ini bisa mencetak santri santri di lapas tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat ketika berada dilingkungan masyarakat luar. “Ujar”. Boy. Kepala Kalapas Kelas II B Garut.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri melainkan mesti adanya kebersamaan, karna hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab Lapas saja, melainkan mesti adanya tanggung jawab bersama dengan Lapisan masyarakat, terutama pembinaan dari MUI serta Kemenag. serta masyarakat pada umumnya di luar yang ikut membatu pembinaan di pesantren terpadu.

Oleh : Tim

Editor : Indra R

BAGIKAN