Mabes TNI Menggelar Kegiatan Wawasan Kebangsaan TNI Tahun 2018 Di Gedung Graha Patriot Kab. Garut.

82

GARUT, (KF).- Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan TNI Tahun 2018 yang diikuti 150 Peserta, dengan mengusung Tema ” Melalui Wawasan Kebangsaan Kita Bangun Semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Rangka NKRI Yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 “.

Acara kegiatan dilaksanakan Gedung. Graha Patriot Jl. Baru Cipanas Ds. Pananjung Kel. Pananjung Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut. Dengan menghadirkan narasumber Kol. Kav. Harfuddin Daing SE, M. M , Pabandya 3 Tahwil Ster TNI, dan Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin M. Eng Rektor UNIGA, Kamis (30/08/2018) pagi.

Kegiatan dihadiri Danrem 062/Tn Kolonel Inf. Tatan Ardiyanto S.I.P, Para Kasatbalak Jajaran Rem 062/Tn Garut, Para Dandim Jajaran Rem 062/Tn Garut, Para Kasi Rem 062/Garut, Dandenpom III/2 Grt Letkol Cpm Inu satya Nugraha, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Perwakilan anggota Kodim jajaran Rem 062/Garut, SKPD Kab. Garut, Perwakilan mahasiswa/Mahasiswi Se Kab. Garut dan Toko agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Inti sambutan dari Aster TNI yang di bacakan oleh Kol. Kav. Harfuddin Daing SE, M. M (Pabandya 3 Tahwil Ster TNI menyampaikan, Dengan pesatnya perkembangan jaman yang berimplikasi terhadap tantangan bangsa Indonesia kedepan semakin besar, generasi muda penerus bangsa perlu memiliki karakter yang kuat sebagaimana terkandung dalam nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Generasi muda dituntut trampil, cerdas dan kompetitif dan harus memiliki mental ideologi yang kuat, berakhlak mulia, berjiwa nasionalisme dan patriotisme, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan serta mewarisi semangat keteladanan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” paparnya.

Lebih jauh Aster TNI mengatakan, Kita harus selalu waspada terhadap masuknya segala bentuk ancaman nyata kelangsungan hidup bangsa dan negara kita terus berjuang dan berkarya menjadi Pancasilais sejati yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta bangsa dan negera yang kita banggakan bersama.

Sementara Rektor UNIGA Kab. Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin M. Eng dalam pemaparan materi nya menyampaikan, Mahasiswa adalah sebuah aset bangsa yang sangat berharga, untuk itu perlu dijaga keberadaannya dari bahaya paham radikalisme dan terorisme.  

” Peran tenaga pendidik di lingkungan Perguruan Tinggi yang harus bertanggung jawab dalam mendidik para pemuda Indonesia khususnya mahasiswa agar tidak terpapar paham radikalisme,” paparnya.

Sementara Pabandya 3 Tahwil Ster TNI Kol. Kav. Harfuddin Daing SE, M. M dalam menyampaikan materinya mengatakan Nasionalisme dan patriotisme menurun. Saat upacara bendera, masih banyak rakyat yang tidak memaknai arti dari upacara itu , yang mana merupakan wadah untuk menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang keras untuk mengambil kemerdekaan dari tangan para penjajah.

” Budaya bangsa dan pemahaman sejarah berkurang, Kecintaan terhadap produk dalam negeri sangat kurang. Lebih tertariknya masyarakat terhadap produk impor dibandingkan dengan produk buatan dalam negeri,lebih banyak mencampurkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia untuk meningkatkan gengsi, dan lain-lain,” ujarnya.

Masih kata Pabandya menjelaskan, Bangsaegara Indonesia, sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh dalam meraih cita – cita kehidupan dan tujuan nasional.

Dan sebagai penutup dari Aster TNI yang di bacakan oleh Kol. Kav. Harfuddin Daing SE, M. M Pabandya 3 Tahwil Ster TNI dalam kegiatan Wawasan Kebangsaan TNI Tahun 2018 tersebut mengatakan, Selama kegiatan semua telah menerima materi wawasan kebangsaan untuk cinta tanah air dan nasionalisme,
cinta tanah air hendaknya menjadi pedoman bersama-sama.

” pertama Generasi muda harus terus menerus memperjuangkan dan membela negara indonesia dari bentuk ancaman kemungkinan yang akan merongrong negara kesatuan indonesia, kedua Generasi muda harus terus menerus memupuk rasa cinta tanah air dan generasi muda harus memiliki kesadaran terhadap bangsa salalu membina kerukunan dan keragaman mulai dari lingkungan keluarga dan pemukiman, ketiga Generasi muda harus mempunyai jiwa rela berkorban demi negara dan bangsa sehingga pada saatnya siap mengorbankan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara,” akhir pesannya.

Laporan : J Gunawan
Editor. ; Indra R