Mak Lilis, Seorang Nenek Yang Rumahnya Ambruk Diterjang Angin Puting Beliung Kini Kondisinya Memprihatinkan.

163
Ket foto: Kondisi Rumah Lilis saat ini setelah diterjang angin puting beliung. (Foto istimewa)

GARUT, (KF).- KEMISKINAN Masih terus menghantui kehidupan warga Indonesia. Kemerdekaan yang dicita-citakan para ‘founding fathers’ buat mensejahterakan kehidupan Rakyat Indonesia sepertinya hingga kini belum terealisasi.

Alhasil, saat ini masih bisa kita temui Rakyat di republik Indonesia ini yang kondisi kehidupannya masih mengenaskan. Seperti yang dialami Mak Lilis (55 Tahun) seorang Warga Kp.Kertasari, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawabarat.

Lilis yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan harus tinggal dirumah kerabatnya lantaran rumah tinggal miliknya ambruk di sapu angin puting beliung pada akhir 2018 lalu.

Kisah Lilis pun menjadi perbincangan warga netizen setelah foto rumahnya beredar di media sosial, terutama di aplikasi perpesanan WhatsApp.

Seperti yang dilansir media online detikcom, kondisi rumah Lilis yang berukuran kurang lebih 4X6 bahkan masuk kategori tidak layak huni itu kini hanya tinggal reruntuhannya saja.

“Awalnya memang sudah reyot, kemudian ditambah waktu itu hujan deras terus ada angin jadi ambruk semuanya,” ujar Lilis, kepada wartawan (08/03/2019).

Lilis, yang kini tinggal bersama seorang cucunya Reski. Bocah lelaki 14 tahun itu masih duduk di bangku sekolah di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Karangpawitan. Sementara Ucu (30), anak Lilis, sudah sejak lama merantau ke ibu kota.

“Anak saya paling kasih uang buat biaya cucu saya sekolah. Dia ikut dengan suaminya Ateng, ke Jakarta,” katanya.

Lilis bekerja serabutan setiap harinya. Penghasilan yang diperoleh Lilis tiap harinya paling Rp.20 ribu rupiah itupun kalau ada.

“Ya itupun kalau ada yang nyuruh,” ucap ia.

Sejak runtuh Desember lalu, Lilis sempat tinggal beberapa bulan di reruntuhan rumahnya. Namun sekarang ia tinggal di rumah salah seorang kerabatnya yang tak jauh dari bekas rumah yang kondisinya saat ini sangat memprihatikan.

“Kalau makan ya paling ikut ke tetangga sering ada yang ngasih,” pungkasnya. (***)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN