Mamun : Bukan Menolak payroll system, Tapi Kami Menilai Pemotongan Tersebut Terlalu Dini

118
Ket Foto : Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi, Mamun saat menyampaikan pendapatnya. (Foto istimewa)

Koran- Fakta.com, (KF),- Terkait pemberitaan adanya pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, yang menyatakan penolakan Payroll System saat melaksanakan kegiatan optimalisasi Zakat Infaq Sodakho (ZIS) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut di gedung Islamic Center, Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, Kamis (16/01/2020) lalu.

Penjabat dinas pendidikan Garut tersebut ialah Ma’mun yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi Garut akhirnya angkat bicara.

“Ia membenarkan adanya lontaran penolakan saat dialogi kegiatan tersebut, tapi bukannya kami menolak payroll system yang diprogramkan Baznas Garut, kami menilai pemotongan tersebut terlalu dini,” ucap Mamun saat di hubungi melalui telepon selulernya. Jum’at (17/1/2020).

Dikatakan Mamun, kami itu meminta adanya penangguhan untuk pemotongan langsung para Guru SD dan SMP, di tanggal 2 Febuari 2020. Kemarin itu saya juga menyatakan dan meminta untuk dioptimalkan dulu yang ada, yaitu dari pemotongan para Korwil dan Kepala sekolah,”ujar ia

Sambung ia, hal tersebut dilakukan untuk membangun tras kepercayaan dimata guru SD dan SMP. Bahwasanya jika telah muncul kepercayaan kami yakin dengan sendirinya semua guru tersebut akan membayar ZIS melalui Baznas

Ditegaskan Mamun, saat itu saya mewakili PGRI kabupaten Garut untuk menyampaikan aspirasi dari pada para ketua PGRI kecamatan Garut dan para guru.

“Saya bukan mewakili korwil dinas pendidikan, akan tetapi mewakili PGRI Garut,”Tegasnya (J.Gunawan)

Editor : Indra R

BAGIKAN