Masih Minimnya UMK Di Kabupaten Garut

323

KF -Di Kabupaten Garut terdapat sekitar 684 perusahaan, sebanyak 400 perusahaan skala kecil, 200 kategori sedang dan 84 perusahaan berskala besar. Perusahaan tersebut bergerak diberbagai bidang seperti kuliner, garment, pabrik, industri dan produk lainnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 40-50 persennya tidak membayar gaji dengan standar UMK.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan pada Dinsosnakertrans Kab. Garut, Ratmo, SH menjelaskan , yang disebut perusahaan kecil yakni perusahaan yang jumlah karyawannya dibawah 10 orang. “Sedangkan kategori perusahaan sedang diatas 10 dibawah 50 orang dan perusahaan besar jumlah karyawannya diatas 50 orang. Apapun jenis usahanya yang pasti kelompok perusahaan itu dihitung berdasarkan jumlah pegawainya,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, lanjutnya, besaran UMK Garut tahun 2016 sebesar Rp 1.421.625,- sedangkan untuk tahun 2017 mendatang menjadi Rp 1.500,000,-. Dan Penetapan UMK Garut itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, tentang pengupahan yang menghasilkan Upah Miminum Kabupaten (UMK). Dengan rumus kenaikan upah minimum kabupaten didasarkan tingkat inflasi dan pertumbuhan Ekonomi Nasional sebesar 8,25 persen, sedangkan untuk Proses rekomendasi UMK tersebut sedang menunggu ditandatangani oleh Bupati Garut, selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat.
“Sedangkan pegawai-pegawai yang bekerja di pertokoan berskala kecil lainnya gajinya masih jauh dari UMK . Tapi ada juga perusahaan yang membayar gajinya justru di atas UMK Garut, misalnya seperti Perusahaan Pabrik Sepatu Nike di Leles, Jogja Mall, Asia Dept. Store, Perkebunan, Super Market dan lainnya,” ungkapnya.
Ratmo mengakui, selama ini banyak laporan yang disampaikan oleh pegawai atau buruh kepada pihak Ketenagakerjaan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab Garut terkait minimnya gaji. Namun menurut Ratmo, laporan itu hanya sebatas keluhan biasa yang tidak di lengkapi dengan bentuk laporan secara resmi.
Lebih lanjut Ratmo mempertanyakan, kenapa pegawai atau buruh tidak mau melaporkan secara resmi ?. “Apakah karena mereka takut diberhentikan jika melaporkan gaji dibawah UMK atau bisa saja ada kesepakatan sebelumnya antara majikan dengan pegawai itu sendiri, sehingga gaji itu bisa di bawah UMK dan tidak dipersoalkan,” pangkasnya. (J Gunawan)***

Blue ice Jalan Cimanuk Pas Tanjakan Pedes Kabupaten Garut
Blue ice Jalan Cimanuk Pas Tanjakan Pedes Kabupaten Garut