Massa dan Aparat Nyaris Bentrok, Eksekusi Tanah di Mulyasari Ditunda

129

Oleh : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya, (KF)-
Pengosongan lahan sawah seluas 131,5 bata, di Kp.Sukamaju Rt.01/04 Kel.Muyasari Kec.Tamansari Kota Tasikmalaya, nyaris bentrok antara massa termohon eksekusi dengan aparat keamanan, Senin (20/2/2018) pagi tadi. Untung saja aksi massa dapat diredam berkat kesigapan aparat yang diterjunkan dari Polresta Tasikmalaya dan Anggota TNI serta sub Denpom Tasikmalaya.

Dari data yang dihimpun koran-fakta.com dilapangan menyebutkan, pihak H.Acep Bahrul Ulum (pemohon eksekusi) yang menang dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Tasikmalaya Kelas I A, dengan Lawannya H.Dian Rosdiana (termohon eksekusi), Senin pagi itu berencana mengeksekusi pengosongan obyek sengketa.

“Pengosongan lahan ini dirasa belum memenuhi rasa keadilan, apalagi sejak tahun 1995 hingga 2017, pajak lahan tanah ini ditanggung langsung oleh pihak termohon, “ungkap Dian yang ketika itu didampingi pengacaranya H.Gingin SH dan Anggota Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya H.Ade Lukman.

Bukannya kita tidak taat hukum atau menentang keputusan Pengadilan, tetapi Amar putusan pengadilan tidak sesuai dengan objek tanah dilokasi. “Kita siap mentaati hukum, tetapi harus prosedur, keputusannya jangan rancu begini, masa Amar putusan tidak sesuai dengan lahan objek pajak dilapangan, bisa bisa ada tanah warga lain yang akan ikut dieksekusi,” ucap Anggota Fraksi PAN ini yang menyebutkan lahan tanah yang dipermasalahkan hanya ada 66 bata.

Raden Darmi Setiani, Panitera PN Tasikmalaya dihadapan termohon eksekusi membacakan putusan dan penetapan eksekusi dari Pengadilan. Menurutnya,  pihak PN hanya menjalankan kewenangannya untuk mengeksekusi sesuai hasil dipersidangan yang memenangkan pemohon eksekusi H.Acep Bachrul Ulum. “Barusan didepan termohon eksekusi, atas nama Pengadilan Negeri, telah dibacakan putusan pengadilan untuk mengeksekusi lahan tanah tersebut, namun karena faktor keamanan yang tidak sebanding dengan massa yang menghadang, eksekusi dan pematokan ini kita tunda,” katanya.

Sementara itu, Kuasa hukum dari pemohon eksekusi, H.Asep Heri Kusmayadi SH menegaskan, eksekusi ini sementara ditunda namun secepatnya akan segera dilakukan. “klien kami sudah menang dalam perkara perdata di PN Tasikmalaya, karena jumlah aparat keamanan tidak sebanding dengan jumlah massa pendukung dari termohon eksekusi, demi keamanan ditunda, karena wewenang eksekusi ada Pengadilan Negeri Tasikmalaya,” imbuh H.Asep. Yang jelas tinggal pemasangan patok dan pembongkaran warung, dan dalam waktu dekat akan kembali dilaksanakan oleh Pengadilan, ini dilakukan demi penegakkan hukum dan wibawa Pengadilan itu sendiri, pungkasnya.

Editor: Van’s