Masyarakat Tarogong Kaler, Sambut Tahun 1439H Bersama Bupati dan Wabup Garut

63

GARUT, (KF)- Ribuan masyarakat diwilayah Tarogong Kaler tumpah ruah untuk mengikuti pawai obor yang digelar dilapang Alun-alun Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu malam (20/09).

Pantauan Koran-Fakta.com dilapangan, Bupati Garut H. Rudy Gunawan dan wakil bupati Garut dr. Helmi Budiman tampil mesra dalam menyambut malam Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah. Untuk puncak acara pawai obor ditandai dengan penyalaan obor secara serentak oleh Bupati dan wakil bupati Garut disaksikan oleh ribuan masyarakat, unsur muspika Kecamatan Tarogong kaler, beserta para tokoh ulama dan peserta.

Bupati Garut H Rudy Gunawan pada awak media mengatakan, Akhirnya Bupati dan wakil Bupati bisa merayakan tahun baru islam 1439Hijriah bersama dengan warga masyarakat Tarogong Kaler.

“saya berharap ukhuwah islamiah sebagai landasan terwujudnya kebersamaan umat muslim lebih ditingkatkan lagi dengan lebih meningkatkan lagi habdul minanas dan habul minaloh tentu ini komitmen kita semua,” ujarnya.

Sambung Rudy, Mudah-mudahan Kabupaten Garut pada tahun baru islam 1439H ini penuh kebersamaan, dalam rangka mempererat silaturahmi dan gotongroyong untuk memberantas kemiskinan dan mengejar ketertinggalan,” pungkasnya saat melepas peserta pawai obor , Rabu malam (20/09)

Sementara Camat Tarogong Kaler Saefulrohman mengatakan, alhamdulilah untuk kegiatan pergantian tahun baru islam 1439 hijriah ini , kami katakan sangat gebyar dan meriah.

“Ini berkat kerjasama yang sinergi antara pimpinan ditingkat muspika dalam hal ini camat, kapolsek dan Danramil juga didukung intusi masyarakat MUI tingkat kecamatan dengan kepanjangan tangan ditingkat desa yaitu DKM,”ungkapnya.

Saep mengakui,peserta ini dari tiap desa, ada sekitar seratus sampai dua ratus orang tiap desanya. Ini merupakan pengembangan dari tradisi atau kebiasaan- kebiasaan yang dilakukan tiap tahun. Tadinya yang tidak terkodinir, biasanya tiap desa berangkat sendiri-sendiri tiap jemaah pun demikian, untuk tahun ini dicoba di kordinir dan diinfitalisiir,” alhamdulilah bisa terkordinir, seperti yang kita saksikan bersama, ujarnya.

Ia berharap mudah-mudahan acara ini bisa menjadi kegiatan positif dan menjadi etripoin, bahwa kebudayaan tradisi dalam islam juga tidak ketinggalan dengan tradisi yang lain. misalkan pergantian tahun baru masehi lebih gebyar pada hura-hura kalau tahun islam itu lebih pada mengambil hikmahnya,” pungkasnya ( J Wan)

BAGIKAN