Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra: Ajak Selamatkan Generasi Muda Pelajar Dari Ancaman Kehancuran Akibat Narkoba dan LGBT

74
Anggota DPR RI Mayor Jenderal TNI Supiadin Aries Saputra Dapil Jabar XI yang membidangi Komisi - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).- Menanggapi group LGBT yang menyebar melalui media sosial, yang kebanyakan anggotanya dari warga Garut, Anggota DPR RI Mayor Jenderal TNI Supiadin Aries Saputra Dapil Jabar XI yang membidangi Komisi – Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika. Pihaknya akan segera menyebar ratusan spanduk yang isinya adalah.

“Mari kita selamatkan generasi muda pelajar dari ancaman kehancuran akibat narkoba dan LGBT”, Ujar Supiadin saat ditemui sejumlah wartawan usai menghadiri HUT PEPABRI ke-59. Di Gedung Pendopo Alun-alun kabupaten Garut. Rabu (10/10/2018) Siang.

Lanjut disampaikan. Dampak penggunaan teknologi yang tidak terkendali seharusnya teknologi informasi itu digunakan formasi yang positif kepada masyarakat tapi ternyata di tengah-tengah masyarakat sendiri ada yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

“Di media sosial itu Justru untuk menghancurkan generasi muda nah ini yang saya katakan dampak dari sebuah Grand strategi yang kita sebut dengan asimetrik Warfare di mana ujung tombaknya adalah proxy War proxy War itu artinya apa World itu perang, proksi itu boneka Jadi mereka negara-negara pihak pihak diluar kita yang tidak suka dengan masa depan bangsa ini tidak suka dengan Indonesia menjadi besar”, terangnya.

Lanjut ia, serangan tersebut itu bukan dengan tentara bukan dengan pesawat tempur, namun mereka menyerang lewat informasi. Masih ingat, tahun lalu Ada kaum LGBT ingin organisasinya diformalkan di Indonesia, jadi hal inipun tidak menutup kemungkinan mereka bermain dengan generasi muda

“Mengapa mereka lewat informasi karena hari ini hampir 80 juta generasi milenial pengguna aktif media sosial. Oleh karena itu mereka serang moral generasi muda yang belum-belum mapan, yang moral agamanya masih lemah masih rendah ini dimanfaatkan dengan menampilkan video video yang seronok informasi video Informasi yang tidak benar tentang terorisme tentang radikalisme tentang LGBT”, Paparnya

Pihaknya berharap, pemerintah, masyarakat kemudian penggiat media, baik media online, kemudian media media mainstream itu harus bersatu padu.

“Jadi saya harap semua bisa bersatu untuk menyelamatkan generasi pelajar dari ancaman kehancuran akibat narkoba dan LGBT,” harapnya.

Laporan : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN