Melalui Program PLN Peduli, Limbah Cair Tempe, Disulap Sebagai Sumber Energi Terbarukan.

67
Ket foto: Bupati Garut bersama GM Distribusi PLN Jabar. Saat menandatangani bat untuk prasasti peresmian " pemanfaatan limbah cair pabrik tempe sebagai sumber energi dan penerapan inovasi teknologi ketel uap" di Kp.Astana Hilir, Kelurahan Jayawaras, kecamatan Tarogong kidul" (foto oleh: Indra R)

Jurnalis : J.Gunawan

GARUT, (KF).- Bupati Garut, H.Rudy Gunawan, resmikan Program Bina Lingkungan. ‘Pemanfaatan limbah cair pabrik tempe sebagai sumber energi terbarukan (Biodigester), yang berlokasi di Kp. Astana hilir, Cijati Asri, RT 01/RW08 Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Rabu (7/2/2018) siang.

Program Bina Lingkungan tersebut merupakan program PLN Peduli yang merupakan inovasi Corporate Social Responsibility (CSR) PLN dan bekerja sama dengan Yayasan Paragita (PG), dan Barisan Muda Indonesia.

Disela kegiatan Bupati Garut, menyampaikan, dalam rangka memberikan manfaat saat ini limbah cair tempe dapat dimanfaatkan.

” Sekarang, limbah tempe ini bisa menjadi Gas juga bisa menjadi pupuk cair organik,” ungkapnya.

Lanjut Rudy, Kedepan kita ingin mengembangkan diderah lain, mudah-mudahan dengan inovasi yang diberikan oleh yayasan Paragita bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ujarnya

Ket Foto: General Manager Distribusi PLN Jawabarat. Iwan Purnawan saat ditemui awak media,( foto oleh: Indra R)

Sementara ditempat yang sama,
General Manager Distribusi PLN Jawabarat. Iwan Purnawan saat ditemui awak media mengatakan,
Sangat mengapresiasi dan bangga bahwa dari limbah tempe itu bisa dimanfaatkan.

Pertama bisa menjadi gasmetan dicampur cairan bakteri aerob, gas itu ditampung di tabung gas-gas kecil dan bisa keperluan rumah tangga, untuk masak. kedua limbah cair ini juga bisa digunakan untuk pupuk cair.

” Sungguh luar biasa, betul-betul limbah ini bisa dimanfaatkan, tidak mengotori Sungai. Dengan nilai ekonomis dapat membantu masyarakat, menghemat energi sebagai pengganti Gas elpigi, dengan upayanya sehingga program ini dapat berjalan baik dan sukses,” ungkapnya.

Iwan mengakui, pihaknya telah memberikan dana CSR ke Yayasan Paragita untuk pengolahan, bagaimana yang mengandung limbah cair, itu bisa dimanfaatkan.

“kami ( PLN – red) membantu dari sisi pendanaan, dari dana CSR bina peduli lingkungan, pada yayasan Paragita bukan pabrik tempe nya sebesar Rp.100 jt pada tahun 2017,” ucapnya.

Saya harap inovasi ini bisa berkembang, tidak hanya diwilayah Jayawaras saja, akan tetapi juga bisa dilakukan di daerah lain.

“Untuk Kedepan setiap ada pameran Expo, kami akan ikut sertakan inovasi ini sebagai unggulan kami (PLN), ” pungkasnya.

Editor : Indra R

BAGIKAN