Melihat Penomena Badut Usia Sekolah, Disdik dan Dinsos Seolah Tutup Mata

78

Koran-Fakta.com (KF).- Pandemi Covid-19 memang menghancurkan diberbagai bidang kehidupan, mulai ekonomi, pembangunan hingga pendidikan, di sektor pendidikan sangat kentara dengan pemberlakuan pembelajaran secara mandiri atau Daring, sebagian pembelajaran hanya dilakukan melalui media internet, sedangkan untuk pengawasan kepada anak didik seakan tidak diperhatikan.

Disisi lain kebutuhan hidup dan penunjang pembelajaran, mengadakan kuota internet tentunya harus di beli dengan uang.

Imbasnya untuk memenuhi kebutuhan itu banyak anak – anak usia sekolah turun kejalan guna mencari tambahan uang, baik untuk kebutuhan hidup, atau hanya menghilangkan kejenuhan tapi menghasilkan uang, mereka rela turun ke jalan menjadi badut – badut dibeberapa persimpangan yang ada di jalan – jalan kota Garut.

Menurut pemerhati pendidikan Heri Sagi, fenomena ini sangat mengkhawatirkan, dimana anak-anak usia sekolah yang seharusnya di isi dengan kegiatan belajar di kelas dan di rumah, kini malah beralih di jalanan dengan resiko pertumbuhan pemikiran ke depan riskan kriminal.

“ Di sini kami melihat tidak adanya peran Guru, Korwil dan Dinas Pendidikan untuk mencegah, mencari solusi bagaimana agar anak tetap berpikir untuk belajar bukan mencari uang,” kata Heri Sagi.

Menurutnya, di kalangan kedinasan Pemkab Garut melihat kondisi anak – anak Garut yang terjadi saat ini seakan masa bodoh.

“ Padahal anak usia sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, saya tidak melihat upaya Dinas Pendidikan untuk merangkul anak – anak jalanan yang menjadi badut jalanan, padahal ketika ditanya mereka adalah para siswa SD dan SMP di kabupaten Garut,” ujarnya.

Heri berharap, pemerintah Kabupaten Garut dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial pro aktif untuk turun dalam menyelesaikan permasalahan siswa sekolah yang semakin hari bertambah banyak turun ke jalanan beralih menjadi badut jalanan.

“ Jangan seperti sekarang seakan ada pembiaran, padahal saya yakin para pejabat Pemkab Garut melihat dan menemukan fenomena ini ketika melawati jalan jalan yang ada di kabupaten Garut dengan mobil mahal nya,” pungkasnya. (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN