Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat

140

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( KADISPORA ) Kabupaten Garut H.Drs Kuswendi
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( KADISPORA ) Kabupaten Garut H.Drs Kuswendi
KF.- Meski Pekan Olahraga Nasional ( PON ) XIX Jawa Barat telah berlalu namun masih dapat dirasakan oleh seluruh pecinta olahraga di kabupaten garut, terutama bagi 30 atlit yang di utus untuk ikut dalam kancah perolahragaan PON XIX di Bandung Jawa Barat, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang semua di kerahkan baik materi maupun spirit serta membutuhkan perjuangan dan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki para atlit kabupaten garut tidak sia-siaakhirnya menuai prestasi yang membanggakan.

Prestasi ini tidak terlepas dari motivasi lintasan Api PON yang pertama kali singgah di Garut Kota Intan ini pada kamis ( 8/9/2016 ) bulan lalu, tepatnya pada pukul 19.00 WIB tiba di gerbang kota kabupaten garut, dengan bangga Syaripudin dan kawan-kawan secara estapet menerima Api PON dari atlit asal Tasikmalaya dan langsung diarak menuju puseur kota gedung pendopo kabupaten Garut, ini merupakan sejarah perolahragaan yang tidak dapat dilupakan dan mesti di ingat oleh seluruh lapisan masyarakat pecinta olahraga.

Mengingat pentingnya sejarah ini Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( KADISPORA ) Kabupaten Garut Kuswendi saat ditemui dikantornya pada kamis ( 13/10 ) menyampaikan kegembiraannya bahwa sebelas mendali dapat di boyong oleh putra/putri Atlit asal Garut. Dengan raihan prestasi ini tentunya bukan hanya kami saja yang bangga, tetapi seluruh pecinta olahraga ikut bangga atas perwakilan mereka dapat ikut andil memberikan kontribusi prestasi untuk garut.

Dikatakannya sebelas mendali itu sudah pasti tetapi rincian yang tepatnya masih berada di panitia yang jelas dari raihan tiga cabang olahraga tersebut, diantaranya enam mendali emas dari cabang olah raga silat, dan mendali perak dari cabang olahraga beregu, ucapnya.

Berkali-kali Kuswendi menyampaikan kepada awak media, katanya karena memang selama ini yang menjadi persoalan bangsa indonesia banyaknya masyarakat terutama di daerah-daerah yang belum memahami tentang olahraga, padahal sangat luar biasa dengan rutinitas berolahraga orang bisa sehat dan kuat.

Lanjut Kuswendi, dikaitkan dengan kirab olahraga dengan motto “ Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat “ mudah-mudahan masyarakat pada umumnya dapat termotivasi untuk berolahraga, olahraga bukan saja untuk raihan prestasi tetapi yang jelas demi perwujudan kesehatan jasmani dan rohani dimasyarakat,  dikatakannya prestasi jelas menjadi dambaan bahkan untuk atlit kita yang memboyong mendali di PON JABAR akan mendapat uang pembinaan sebesar 300 juta rupiah, bahkan di kabupaten lain sampai mencapai satu miliyar.

Pihaknyapun Berharap mudah-mudahan dengan prestasi atlit-atlit kita ini menjadi pendorong sehingga para atlit lain yang belum terpanggil untuk diikutsertakan dapat termotivasi untuk lebih giat lagi dalam berolahraga sesuai dengan cabang olahraga yang digelutinya masing-masing, pungkasnya.(dra R)***

BAGIKAN