Merasa di Diskreditkan Ketua APDESI Kabupaten, Melakukan Pelaporan Ke Polda Jabar

88
Ket Foto : Ketua APDESI Kabupaten Garut saat melakukan pelaporan ke Polda Jabar.

Koran-Fakta.com (KF).- Terkait pemberitaan yang mendiskreditkan ketua APDESI Kabupaten Garut, membuat para Ketua Dewan Pengurus Kecamatan dan para anggota Apdesi yang merupakan kepala desa se-kabupaten Garut mendorong dan mendukung ketua Apdesi Asep Basir untuk melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian Polda Jabar, Kamis (13 Agustus 2020) Siang.

Dengan didampingi Kepala Biro Hukum Apdesi Garut Riki Ismail dan Ketua Tedi Rohendi serta perwakilan Ketua DPK kecamatan, Ketua Apdesi Garut langsung mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.

Seperti dilansir Buana Indonesia.com Ditemui usai pelaporan Asep Basir mengatakan, kedatangannya ke Polda Jabar yaitu dalam upaya mencari keadilan dan kebenaran atas tuduhan dalam pemberitaan yang sangat menyudutkan dan merugikan serta mencemarkan nama baik pribadi dan organisasi.

“ Sebagai warga negara yang taat hukum dan patuh hukum, tentunya apa yang terjadi beredar di media sosial saat ini harus diselesaikan secara hukum sehingga nanti akan terlihat siapa sebenarnya yang melanggar aturan, kami kah atau penulis yang memberitakan Ketua APDESI secara membabi buta,” kata Asep Basir di Mapolda Jabar.

Selain ke Polda Jabar sambungnya, kami beserta rekan – rekan pengurus dan perwakilan DPK Apdesi akan mendatangi kantor dewan Pers, dalam agenda konsultasi langkah – langkah yang kami lakukan saat ini.

“ Saat ini juga kami langsung menuju Jakarta untuk menemui dewan pers dalam rangka konsultasi terkait langkah yang kami lakukan hari ini, serta meminta arahan terkait kasus ini,” tuturnya.

Sementara itu biro hukum Apdesi Garut Riki Ismail mengatakan, dalam pelaporan ini disampaikan kronologi awal kejadian permasalah ini, hingga dimanfaatkan oleh beberapa oknum media seolah – olah ketua Apdesi dituduh melecehkan dan menghina rekan wartawan.

“ Padahal apa yang disampaikan oleh ketua justru demi kebaikan dan nama baik rekan wartawan sendiri dengan banyaknya oknum – oknum wartawan yang tidak memiliki legalitas resmi mencederai pekerjaan wartawan yang memiliki wawasan dan intelektual tinggi,” ucapnya.

Sambungnya. Selain melakukan kordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Beserta rombongan pengurus Apdesi kabupaten Garut langsung mendatangi kantor Dewan Pers yang berlokasi di jalan Merdeka Jakarta Pusat.

Riki Ismail Kepala Biro Hukum Apdesi kabupaten Garut menyampaikan, ada beberapa points yang di dapat dari hasil pertemuan dengan Dewan Pers yang diwakili oleh Saudara Wawan  Prasetio.

“ Dalam pertemuan itu kami mendapat arahan untuk melengkapi dokumen – dokumen aduan yang nantinya akan di kaji oleh dewan Pers untuk menjadi bahan acuan penyelesaian masalah ini,” kata Riki.

Masih kata Riki, ada beberapa bahasan yang disampaikan dewan pers terkait dokumen yang disampaikan oleh kami, mereka sangat merespon apa yang dilakukan Apdesi dalam melakukan langkah – langkah hukum yang akan dilakikan dengan berkordinasi kepada dewan pers.

“ Semoga berkas pengaduan yang akan dilayangkan kami segera di proses untuk langkah hukum selanjutnya,” harap Riki.

Sementara itu perwakilan dewan pers Wawan Prasetio menyampaikan, dalam memutuskan permasalahan pengaduan pemberitaan perlu kajian – kajian apa yang menjadi bahan pelaporan.

“ Tentunya ini langkah tepat apa yang dilakukan oleh Apdesi kabupaten Garut dalam menempuh keadilan atas kerugian pemberitaan, kami siap membantu laporan yang dilayangkan oleh Apdesi kabupaten Garut,” kata Wawan.

Untuk selanjutnya pihaknya menunggu kelengkapan dokumen aduan untuk menjadi bahan kajian sebagai langkah putusan penyelesaian yang diadukan oleh APDESI.

“ Silahkan untuk dilengkapi dokumen yang diperlukan untuk bahan pengaduan, sebagai dasar buat kami dalam mengambil keputusan yang diambil oleh Dewan Pers, apakah aduan yang dilampirkan produk jurnalis atau bukan nanti kita sampaikan apabila diperlukan untuk proses selanjutnya,” pungkasnya. (Tim)

Editor : Indra R

BAGIKAN