Merasa Didiskriminasi Bantuan Covid-19, 3 RW di Tawangsari Ancam Pisah Dari Kota Tasik

657

Koran-Fakta.com (Kota Tasikmalaya), -Bantuan Pemkot Tasikmalaya untuk warga terdampak Wabah Covid-19 yang mulai digulirkan, Senin (11/5/2020) pagi, dimana bantuan uang tunai senilai Rp. 500 ribu, ternyata mengundang polemik dan kegaduhan ditengah masyarakat Kota Tasikmalaya.

Seperti yang terjadi dilingkungan RW 07, RW 08 dan RW 09 Kelurahan Tawangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Dari keterangan yang didapat koran-fakta.com dilapangan, Kelurahan Tawangsari yang merupakan salah satu zona merah penyebaran wabah covid-19 di Kota Tasikmalaya, dari 11 RW hanya 8 RW yang mendapat bantuan Anggaran Covid-19 selebihnya warga di 3 RW sama sekali tidak mendapat bantuan sama sekali dari APBD Kota Tasikmalaya.

“Jujur saja ini merupakan diskriminasi kepada kami selaku warga Kota Tasikmalaya yang tidak mendapat perhatian sama sekali dari Pemkot Tasikmalaya. Masa dari 11 RW di Tawangsari, hanya 8 RW yang dapat bantuan sementara yang 3 RW (RW. 07, 08, 09) satu warga pun tidak mendapat bantuan. Ini diskriminasi namanya, padahal di wilayah kami masuk kategori zona merah, ” Ujar Hendra Rosidin, Ketua RT. 02 RW.08 yang di amini warga lainnya, usai menemui Lurah Tawangsari dikantornya, Senin (11/5/2020) malam.

Kepada wartawan dan didepan Lurah Tawangsari, Hendra pun mengungkapkan rasa kekesalannya yang mendalam, dimana dirinya mewakil warga di tiga RW dari 13 RT merasa di anak tirikan oleh Pemkot Tasikmalaya. Padahal warga telah mengikuti aturan dan anjuran pemerintah jauh jauh hari selama wabah corona termasuk melakukan kesiap siagaan selama wabah corona berlangsung serta mematuhi anjuran PSBB untuk membuat pengawasan diwilayahnya seperti membuat portal di gang gang.

“Kami sebagai warga Kota Tasikmalaya wajar jika berharap bantuan Pemkot Tasikmalaya, kami taat pajak, warga kami jelas terdampak covid-19, kami ingin mendapat perhatian seperti warga lainnya di delapan RW tadi. Ini sebuah bentuk diskriminasi dari Pemkot untuk tiga RW yang warganya satupun tidak mendapat bantuan. Jangan salahkan kami jika tiga RW dari 13 RT di Tawangsari mengancam untuk pisah dari Kota Tasikmalaya, ” tegas Hendra sedikit emosi dengan mata berkaca kaca mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada Pemkot Tasikmalaya.

Ket poto: Hendra Rosidin Ketua RT. 02 tawangsari

Bahkan Hendra berpesan kepada pihak Pemerintah termasuk Pemkot untuk tidak lagi memberi janji janji serta harapan dengan bantuan yang lain terhadap masyarakat. Karena masyarakat hanya menuntut keadilan sosial bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Bukan itu saja, sebagai Ketua RT Hendra akan memerintahkan kepada warganya untuk tidak membayar pajak apapun sebagai bentuk kekecewaan atas diskriminasi yang dilakukan pihak Pemkot Tasikmalaya.
.
“Sebagai warga saya pun akan menegaskan, pemerintah jangan buat kegaduhan di wilayah kami dengan janji janji manisnya, biarlah para RT dan RW yang kini akan mencari bantuan untuk warganya sendiri walaupun harus sampai gedor gedor toko demi meminta sumbangan, “tegasnya.

Sementara itu, Lurah Tawangsari Rohman Ayani, S.IP saat dimintai tanggapannya oleh koran-fakta.com mengakui, bahwa dari sebelas RW yang di ajukan untuk menerima bantuan dari Pemkot Tasikmalaya, hanya delapan RW yang tercover. Sementara tiga RW yakni RW. 07, RW 08 dan RW. 09 tidak ada satupun warga yang akan menerima bantuan tersebut.

“Sebetulnya pihak Kelurahan Tawangsari sudah mendata seluruh warga dari 11 RW sesuai by name dan by adress yang layak menerima bantuan tersebut. Namun begitu melihat data jadwal penerimaan dari Pos setelah di Kecamatan dan dinas sosial yang tercover hanya 8 RW, sementata 3 RW lainnya RW. 7, 8 dan 9 tidak ada dalam daftar penerimaan dalam bantuan APBD Kota,” terang Lurah Rohman.

Lebih lanjut Rohman mejelaskan, pihak Kelurahan dalam hal ini hanya melakukan kebijakan dan menerima hasil pendataan dari RT dan RW. Saat itu, masih kata Rohim, data dari RT/RW ada sebanyak 562. Dan data data tersebut langsung diserahkan ke pihak kecamatan. Dan data tersebut kembali lagi ke kelurahan menjadi 555 dengan alasan ada data yang tumpang tindih, akhirnya hilang 7. Jadi saat pihak kelurahan menerima sementara data warga yang direalisasi untuk penerima bantuan Pemkot Tasikmalaya yang akan diterima pada Rabu (13/5/2020) mendatang, hanya 355 warga, jadi yang hilang atau tidak menerima bantuan jadi 200 warga dan ditambah lagi warga di Tiga RW dari 13 RT sama sekali tidak masuk dalam daftar penerima bantuan Pemkot Tasikmalaya, katanya.

“Sebetulnya pihak kelurahan sangat memahami keluhan para Ketua RT dan RW yang warganya tidak menerima bantuan tersebut, mereka tentunya akan mendapat kesulitan dan tekanan atas keluhan warganya. Saya juga tidak habis pikir, mengapa warga yang ada di Tiga RW dilingkungan kami sama sekali tidak ada satupun yang menerima bantuan Pemkot. Padahal dareah tawangsari masuk dalam kategori zona merah. Walaupun pihak kelurahan telah memberikan arahan kepada masing masing ketua RT dan RW jika warganya belum mendapat bantuan Pemkot, mudah mudahan kedepan bisa mendapat bantuan dari Propinsi atau Kemensos RI, ” pungkasnya. (Tono Efendi)

Editor ; J Wan

BAGIKAN