Merasa Terdzolimi, Haristanto Menggugat Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Barat.

79
Ket Foto : Haristanto SH,MM Sekretaris Yayasan BPN didampingi Kuasa Hukumnya Yusuf Sofyan,SH (istimewa)

KOTA TASIKMALAYA, (KF)- AKSI Kudeta ternyata bukan hanya terjadi pada tatanan sebuah negara, ternyata aksi kudeta ini terjadi pula dalam sebuah Yayasan. Uniknya lagi aksi kudeta tersebut dilakukan oleh salah satu pengurus yayasan mantan kepala sekolah terhadap pendiri Yayasan tersebut.

“Jelas ini sebuah kudeta yang telah direncanakan untuk menggulingkan pengurus lama yang telah berjuang sejak dahulu membesarkan Yayasan Bina Putra Nusantara (BPN) yang didalamnya terdapat sebuah sekolah SMK BPN Kota Tasikmalaya,” ungkap Haristanto SH,MM Sekretaris Yayasan BPN didampingi Kuasa Hukumnya Yusuf Sofyan,SH kepada koran-fakta.com Selasa (8/1/2019) siang tadi dikantor advokat Haristanto SH,MM dan rekan Jl.Sapta Marga, Tawang Kota Tasikmalaya.

Menurut Yusuf Sofyan, klien nya ini tentu merasa dirugikan oleh pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Jawa Barat yang telah membatalkan 5 sertifikat tanah atas nama H.Jumli Sutiana Wijaya dan Haristanto di Yayasan BPN tersebut.

“Saat ini kita sedang menggugat Kepala Kantor Wilayah BPN Propinsi Jawa Barat atas pembatalan kelima sertifikat tanah dengan nama klien kami H.Jumli dan Haristanto,” ucap Yusuf yang mengaku besok Kamis akan melanjutkan persidangannya yang ke empat di PTUN Bandung terkait kasus tersebut.

Yusuf menambahkan, sertifikat tanah yang dimaksud tersebut kini dipakai menjadi SMK BPN Kota Tasikmalaya (SMK Farmasi Bina Putra Nusantara-red) yang beralamat di Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.

Dikatakannya, dalam surat keputusan kepala kantor wilayah BPN Provinsi Jabar mengeluarkan surat pembatalan Setfikat Hak milik. Nomor 10/Pht/BPN.32/2018 tertanggal 20 Juli 2018 untuk lima sertifikat yang berada di Kelurahan Panyingkiran Kelurahan Indihiang Kota Tasikmalaya. Dan ini didasarkan putusan Pengadilan tata usaha negara dengan no 10./G/2014/PTUN-JKT tanggal 29 Oktober 2014 dan Pengadilan Negeri Tasikmalaya No.10/Pdt/.G/2015/PN.

“Disana sudah jelas, dasar putusan yang dikeluarkan PTUN Jakarta dan Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya tidak ada perintah untuk membatalkan sertifikat atas nama Haristanto dan H Jumli, bahkan dalam putusan tersebut sertifikat itu menjadi milik yayasan, dalam secara sah dan meyakinkan milik pendiri Yayasan BPN terdahulu yang telah memiliki kekuatan hukum tetap yakni Haristanto dan H.Jumli Sutiana Wijaya,” jelas Yusuf sambil memperlihatkan berkas surat putusan dan kepemilikan Syah yayasan BPN kepada wartawan.

Klien kami sebenarnya merasa terdzolimi, dan Insya Alloh dengan sekuat tenaga dan didasari data serta bukti bukti yang lengkap, Yusuf berkeyakinan kliennya merasa optimis akan memenangi gugatan di PTUN Bandung, pungkasnya.

Jurnalis : Tono Efendi

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN