Meski Ada Penolakan, Tabligh Akbar Tetap Akan Digelar Di Alun-alun

74

Wartawan Jay

GARUT, (KF).-Meski mendapat penolakan dari Ormas Islam Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Garut. Namun panitia pelaksana tabligh akbar tetap akan menggelar tabligh akbar dengan menghadirkan penceramah Ustad Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis. Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Panitia Tabligh Akbar Garut, Ivan Rivanora, usai rapat internal panitia, Selasa malam (05/11/2017).setelah sebelumnya panitia diundang MUI untuk rencana tabligh akbar tersebut, namun menurut Ivan pertemuan tersebut, MUI hanya menawarkan opsi pemindahan lokasi dan pengisi ceramah, yang tidak bisa diterima pihak panitia.

“Kami diundang dan diberikan masukan-masukan alternatif, karena Nahdatul Ulama tetap keberatan jika dilaksanakan di Alun alun. Ketua MUI menyampaikan aspirasi yang katanya aspirasi dari NU, diantaranya, boleh dilaksanakan di Alun alun, tapi penceramahnya bukan itu (Ustad Bachtiar). Atau boleh penceramahnya itu, tapi tempatnya tidak di Alun alun. Kami tidak mengerti maksudnya itu, sebab yang kami tahu Alun alun itu bukan milik perseorangan, atau kelompok. Tapi milik bangsa itu sendiri, termasuk Mesjid Agung, ” ujarnya.

Dikatakanya, dalam pertemuan di Kantor MUI pada Hari Selasa kemarin, Ketua MUI KH. Sirojul Munir akan mempertemukan panitia dengan pengurus PC NU. Namun hingga sore tidak terlaksana.

“Karena ditunggu hingga jam 3.00 dari NU tidak ada, pertemuan dialihkan ke Pesantren Albayinah, tapi tetap kita tidak bertenu dengan perwakilan dengan NU. Akhirnya kita sampaikan dalama pertemuan di Albayinah yang dihadiri unsur Forkopinda, Ketua MUI dan pimpinan Pesantren itu, bahwa kita akan tetap melaksanakan tabligh akbar di Alun alun dengan pembicara yang sama. Jika tidak siizinkan, maka kami akan mengubah kegiatan menjadi Aksi Damai Bela Islam Kabupaten Garut, dengan pembicara yang sama pula, ” tuturnya.

Ditegaskannya, bahwa berita yang beredar di media sosial yang menyatakan panitia mengalihkan kegiatan ke Musaddadiyah, itu tidak benar. Karena kami tetap akan melaksanakannya di Alun alun, ” tandasnya.

Sedangkan opsi kegiatan Bela Islam, tetangnya, akan dilakuka dengan cara longmarch dan tabligh akbar di jalanan.

Sementara itu, Ketua Panitia II Yusup Supriadi yang akarab disapa Mas Yusup, menuturlan, bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan pada Sabtu 11 November 2017 itu, murni kwgiatan agama dan tidak ada muatan apapun.

“Kegiatan ini murni kegiatan agama, tidak ada muatan politik, atau apapun. Biaya juga kita iuran panitia, karena kegiatan ini tadinya ngobrol-ngobrol teman-teman yang biasa ikut Subuh Akbar. Kita juga kan pernah ngadain nonton bareng film G 30 SPKI, jadi ini bener-bener kegiatan yang tidak ada muatan apapun, ” tegasnya.

Ia juga menyangkal kalau ada isue kegiatan tersebut ada muatan politis, ditumpangi kelompok wahabi dan lain sebagainya. Yusup juga mengajak semua Ummat untuk senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah, saling menghargai dan menghormati, serta saling mendukung untuk terciptanya siar Islam.” Mari kita sama-sama dukung kegiatan keagamaan, tanpa melihat kelompok, atau golongan. Pokoknya demi siar Islam, ” pungkasnya.

Editor : Tomy

BAGIKAN