Meski Ditengah Ancaman Virus Corona, Sejumlah PSK Di Garut Masih Membuka Diri

342
Ket foto : Nampak seorang PSK yang tengah menjajakan dirinya disalah satu sudut kota Garut. (Foto koran fakta.com)

Koran-Fakta.Com (KF).- Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, sejumlah Pekerja sek komersial (PSK) masih melakukan aktivitas biasa di wilayah perkotaan Garut, guna menutupi kehidupan ekonomi dalam kesehariannya.

Kendati kita ketahui, Ramadhan tahun ini bertepatan di saat Indonesia harus berjuang menghadapi pandemic Sehingga sejumlah daerah di Indonesia termasuk di daerah kabupaten Garut harus merombak aturan melakukan penyesuaian tradisi yang berjalan setiap bulan ramadhan.

Bahkan maraknya para PSK yang nampak terselubung tentunya masih menjadi salah satu persoalan bagi kabupaten Garut yang dikenal dengan nama kota santri.

Mengorek informasi tersebut, tim koran-fakta.com, Senin (4/5/2020) malam mencoba melakukan perbincangan dengan salah seorang PSK. Sebut saja Bunga (nama samaran).

Dalam perbincangan tersebut ia mengaku terpaksa harus turun ke jalan karena himpitan ekonomi, bahkan diakuinya bunga bukan warga diwilayah perkotaan.

“Ya terpaksa pa, karena bagaimanapun kita butuh uang untuk menutupi kehidupan sehari-hari,” ucap bunga

Disinggung mengenai ancaman Pandemic virus Corona (Covid-19). Ia mengaku kesulitan untuk mencari pelanggan, bahkan dirinyapun mengakui resiko kesehatan yang rentan akan keberlangsungan hidup bagi diri dan keluarganya.

“ Tentunya Cemas lah. Tidak hanya karena faktor keuangan tapi juga karena saya sadar, virus Corona bisa saja mengancam keselamatan saya dan keluarga,” tutur ia

Selain bunga, Tim KF juga melakukan perbincangan dengan Pekerja Sek komersial yang lain, sebut saja (mawar). Dikatakannya, wabah virus Corona menimbulkan dampak ekonomi yang besar terhadap dirinya. Bahkan diakui mawar dirinya memilih untuk diam dirumah meski penghasilannya hilang.

“ Saya lebih baik dirumah, karena kalau keluarpun sudah pasti tidak dapat uang karena memang para tamu, tentunya takut dengan Corona, selain itu juga informasi yang beredar melalui akun Facebook banyak pembegalan jadi ya lebih baik diam dirumah. Meski untuk makan harus ngutang ke warung yang penting nanti bisa dibayar kalau kondisi ekonomi sudah normal,” ungkapnya (Indra R)

Editor : Van’s

BAGIKAN